Lego Tujuh Pemain, Pelatih Hengkang

⊆ 19:36 by admin | , , . | ˜ 0 comments »

Surabaya - Rasionalisasi batal dilaksanakan Persebaya. Hanya saja, untuk meringankan beban klub, manajemen akan mendepak tujuh pemain. Sayang, tidak ada bocoran siapa yang akan angkat koper dari Bajul Ijo. Ketua Harian Persebaya, Cholid Goromah yang ditemui di Mess, Kamis (11/12/2008) mengungkapkan, dirinya sudah mengantongi nama-nama yang akan dilego.

Sayang dia enggan untuk menyebutkan namanya. Namun berjanji akan mencarikan klub baru bagi tujuh pemain itu. Tak hanya itu, tanpa ada tujuh pemain itu, pengurus menjamin kans Persebaya lolos superliga masih aman. "Kita sebenarnya sudah punya nama, tapi gak etis kalau kita sebutkan sekarang. Tapi kita janji tujuh pemain itu akan kita carikan klub baru. Lagi pula, tanpa tujuh pemain itu Persebaya akan lolos superliga kok," tandasnya.

Cholid mengaku sudah mengadakan rapat dengan dengan manajemen dan koordinasi dengan Ketua Umum H Saleh Ismail Mukadar SH. Cholid menambahkan, langkah ini dilakukan karena opsi pemain yang meminta rasionalisasi dilakukan dnegan nilai 0-5 persen sangat tidak rasional, sementara yang ditawarkan Persebaya ditolak pemain. Untuk itu, demi menghemat pengeluaran Persebaya, akhirnya diputuskan tidak ada rasionalisasi. Namun akan ada tujuh pemain yang harus angkat kaki dari Persebaya.

"Setelah kita pertimbangkan, dengan sangat terpaksa akhirnya kita ambil keputusan sepihak. Untuk itu kita putuskan tidak akan melakukan rasonalisasi, hanya ada rasionalisasi pemain, tujuh pemain akan kita lego ke tim lain. Kami terpaksa, supaya keuangan Persebaya aman," tegas Cholid didepan wartawan.

Dia juga optimis kalau keputusan ini akan diterima pemain. Pasalnya yang diinginkan pemain yakni tidak ada rasionalisasi sudah dikabulkan pengurus. "Saya 100 persen optimis opsi ini akan disetujui pemain. Karena ini kan kita tidak melakukan rasionalisasi. Kalau ini sudah dilakukan, terus alasan mereka selanjutnya apa," tambahnya.

Freddy Muli Hengkang
Sementara manajer Persebaya Indah Kurnia mengaku tidak bisa menahan laju Freddy Muli meninggalkan klub per 21 Desember mendatang. Sebab nilai perpanjangan kontrak yang diajukan Freddy dinilai terlalu besar. Indah yang ditemui di Mess Persebaya mengaku sudah berusaha merayu Freddy agar tetap bertahan di Bajul Ijo. Namun menurutnya, Freddy sepertinya enggan menyanggupi iktikad baik manajemen tersebut. "Saya sudah bicara khusus dengannya Selasa kemarin. Saya bahkan berusaha untuk merayunya, tapi gagal. Dari perkataan beliau mengindikasikan kalau dirinya sudah tidak berkenan lagi bergabung dengan kita," ungkap Indah.

Indah menambahkan, dirinya pernah berbicara dengan Freddy tentang kontraknya. Kala itu Freddy mengaku setuju ketika dia menyodorkan opsi setelah kontraknya habis per 21 Desember 2008, Freddy akan mendapatkan gaji hingga akhir musim. Manajemen bahkan sudah membuatkan adendum yang berisi kesepakatan itu. Namun Freddy menolaknya. "Dulu kita sempat bicara, dan dia OK kalau setelah habis Desember, dia akan mendapat gaji rutin hingga kompetisi selesai. Manajemen pun sudah membuat adendum mengenai hal itu. Tapi ketika kita sodorkan, Freddy menolaknya," tambahnya.

Menurutnya, yang menjadi persoalan adalah, keinginan Freddy yang meminta perpanjangan kontrak berdurasi setengah musim denagn nilai sekitar Rp 650 juta membuat manajemen angkat tangan. "Selain minta sisa tiga bulan gajinya kita bayar, dia juga minta perpanjangan kontrak untuk setengah musim. Lha nilainya itu minimal seperti kontrak awal, tentu ini berat buat kita," tandas Indah.

Ketika ditanya siapa yang akan menggantikan Freddy jika benar dia angkat koper dari mess Persebaya, Indah tidak bisa menjawab. Menurutnya ia tidak memikirkan pergantian pelatih. Dilain pihak, Ketua Harian, Cholid Goromah menjelaskan akan memaksimalkan pelatih yang ada. "Untuk pelatih, kita maksimalkan yang ada saja," katanya singkat.[sya]

Baca selengkapnya....

Kamis, Final Rasionalisasi

⊆ 23:36 by admin | , , . | ˜ 0 comments »

Surabaya - Pengurus Persebaya melalui Ketua Harian, Cholid Goromah memastikan, Besok, Kamis(11/12/2008) akan menjadi final masalah rasionalisasi yang selama ini menghantui Bajul Ijo. Cholid yang ditemui di Mess Persebaya, Rabu(10/12/2008) mengungkapkan, besok pengurus akan mengadakan rapat dengan manajemen. Menurutnya, dalam rapat itu akan diputuskan skema rasionalisasi apa yang akan dilakukan oleh manajemen. "Besok pengurus dan manajemen akan rapat. Kita usahakan kita akan mengambil keputusan final. Apapun keputusanya itu merupakan yang terbaik bagi pengurus, tim dan pasti bagi Persebaya," ungkap Cholid.

Cholid menambahkan, langkah ini dilakukan karena pengurus dan manajemen tidak ingin masalah rasionalisasi berlarut-larut. Sebelumnya, pengurus mau menuruti usulan pemain yang meminta rasionalisasi dilakukan pada sisa gaji, terhitung bulan Nopember. Bahkan, pengurus sempat mengambil keputusan akan menggunakan konsep itu. Namun, pada pertemuan antara tim dan manajemen kemarin, Selasa(9/12/2008), pemain berkata lain, mereka meminta besar rasionalisasi antara 0-5 persen dari nilai kontrak.

Kontan keputusan pemain ini membuat pengurus kaget. Hal ini dinilai tidak sesuai dengan rencana awal yang meminta rasionalisasi dilakukan pada sisa gaji. Tak hanya itu, konsep yang baru ini tidak realistis. "Pengurus sebenarnya mau menuruti usulan pemain. Tapi kita kaget kok tiba-tiba mereka meminta maksimal lima persen. Kalau seperti itu, lebih baik sekalian saja tidak, karena itu sama saja menolak rasionalisasi," tandas Cholid.

Sebelumnya, pada pertemuan yang dilakukan, Kamis(4/12/2008) lalu, sempat ada tiga opsi yang dipertimbangkan pengurus. Ketiga opsi tersebut adalah; 1. Rasionalisasi tetap dilakukan dengan nilai maksimal 22 persen; 2. Pemain minta rasionalisasi dilakukan pada sisa gaji, terhitung bulan Nopember; 3. Jika kedua opsi itu buntu, maka pengurus dan manajemen baru akan mengambil keputusan sepihak. Sayangnya, pada pertemuan yang dilakukan kemarin, Selasa(9/12/2008) pemain malah 'ngelunjak'. Mereka meminta rasionalisasi dilakukan dengan nilai antara 0-5 persen.

Cholid menekankan, besok akan diambil keputusan yang terbaik bagi semua pihak. Dia juga yakin Persebaya bisa berjaya meski melakukan rasionalisasi. Untuk itu, pihaknya berharap tidak ada pemain yang keluar hanya gara-gara menolak rasionalisasi. "Pokonya besok itu kita akan ambil keputusan yang terbaik bagi semua pihak. Kita yakin Persebaya tetap berjaya meski dengan rasionalisasi. Oleh karena itu kita tetap ingin tim ini utuh," pungkasnya.[sya]

Baca selengkapnya....

Katakan Tidak pada KORUPSI!

⊆ 22:44 by admin | , , . | ˜ 0 comments »

Dalam dua hari terakhir ada beberapa SMS masuk ke nomer posel milik H Saleh Ismail Mukadar SH. Isinya antara lain berbunyi seperti 'ada iklan politik 'katakan tidak pada korupsi', koq sama dengan punya pak tjip waktu pilgub dulu ya...hehehe siapa meniru siapa nih!" Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya itu hanya tersenyum membaca SMS tersebut. Teringat saat sosialiasi Ir H Sutjipto sebagai calon Gubernur Jatim antara lain memang mengusung tema kampanye 'Katakan Tidak pada KORUPSI'.

"Slogan itu sudah setahun lalu kita pakai. Slogan 'Katakan Tidak pada KORUPSI' itu dipakai PDI Perjuangan untuk mensosialisasikan Pak Tjip sebagai calon gubernur Jawa Timur. Kalau sekarang dipakai partai lain ya berarti alhamdulillah ada yang meniru hehehe," kata Saleh Mukadar. Tidak itu saja, ada slogan 'Saatnya yang JUJUR Memimpin Jawa Timur' yang sekarang mirip-mirip dipakai kejaksaan untuk kampanye anti korupsi, yaitu 'Saatnya Utamakan KEJUJURAN'.

Memang bertepatan dengan Hari Anti Korupsi Dunia, 9 Desember 2009 lalu, partai yang mengusung Susilo Bambang Yudhoyono sebagai capres RI 2009-20014 itu menggeber iklan anti korupsi yang dipasang di sejumlah media massa dan elektronik. Tema utama yang diusung adalah 'Katakan Tidak Pada Korupsi'. Iklan itu seakan menjadi klimaks momentum terkait dengan penahanan tersangka dana BI ke DPR Aulia Pohon (besan SBY) oleh KPK.

"Padahal penetapan dan penahanan Aulia Pohan adalah prestasi KPK sendiri. Lembaga yang paling serius menangani kasus korupsi adalah KPK. Ini dibuktikan dengan banyaknya pejabat yang terbukti melakukan korupsi dan harus berurusan dengan hukum. Ini keberhasilan rakyat, jangan mengklaim keberhasilan seseorang," ujar papar Saleh.

Kalau mau benar-benar 'Katakan Tidak Pada Korupsi' SBY seharusnya memerintahkan kejaksaan agung menangkap, misal pejabat tinggi dan para menterinya yang terlibat sejumlah kasus korupsi. Seperti keterlibatan Menhut MS Kaban dan Meneg PPN/Kepala Bappenas Paska Suzetta dalam kasus korupsi hutan lindung dan dana BI ke DPR yang menurut sejumlah kalangan sudah 'jelas', tapi mereka masih tetap bebas.

"Di Jatim juga ada kepala daerah yang terlibat dugaan korupsi tapi karena dia jadi ketua partai politik tertentu tidak segera ditahan. Nuansa tebang pilih itu masih terasa sekali," kata Saleh. (sak)

Baca selengkapnya....

Anggaran Pilgub Tanggungjawab Siapa?

⊆ 12:09 by admin | , , . | ˜ 0 comments »

SURABAYA - Panitia Anggaran (Panggar) DPRD Jatim diminta hati-hati mensikapi adanya biaya anggaran pemilihan ulang Gubernur Jatim di Sampang dan Bangkalan serta penghitungan ulang di Pamekasan. Agar tidak salah, sebelum memberi persetujuan anggaran tersebut, Panggar DPRD Jatim diminta mengajukan fatwa ke BPK Pusat. Hal itu dikemukakan H Saleh Ismail Mukadar SH, anggota Fraksi PDI Perjuangan (FPDIP) DPRD Jatim.

"Ini menyangkut anggaran besar. Jangan sampai nantinya kita yang ada di DPRD yang tidak ikut mengelola anggarannya juga ikut disalahkan. Mengapa? Karena saya melihat ada perlakukan istimewa khusus anggaran Pilgub putaran ketiga itu," katanya Selasa (09/12).

Menurut Saleh, Mahkamah Konstitusi (MK) dalam amar putusannya terkait sengketa Pilkada Jatim 28 Nopember 2008 lalu menyebutkan bahwa dalam Pilgub Putaran II telah terjadi pelanggaran serius yang sifatnya sudah sistematis, terstruktur dan masif, yang pada umumnya dilakukan menjelang, selama dan sesudah pencoblosan.

"Ini menjadi indikasi bahwa KPUD dan Panwaslu telah lalai menjalankan fungsi dan tugasnya dengan baik, sehingga Pilkada berlangsung tidak dalam suasana yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil. Kelalaian tersebutlah yang menyebabkan terjadinya pelanggaran yang sistematis, terstruktur dan masif," kata Ketua Komisi E DPRD Jatim tersebut.

Akibatnya pemilihan ulang Gubernur Jatim di Sampang dan Bangkalan serta penghitungan ulang di Pamekasan harus dilakukan. Biaya untuk melaksanakannya tentu tidak sedikit. Negara dirugikan karena harus menanggung beban tersebut. "Sekarang mereka kembali mengajukan dana untuk putaran ketiga. Ini harus kita cermati, apakah sudah benar prosedurnya," kata Saleh.

Ia memberi perbandingan pada beberapa satuan kerja (satker) baik di propinsi maupun kota / kabupaten. Karena ada kejadian satker tersebut harus mengeluarkan biaya denda karena mereka lalai dalam menjalankan tugas dan tanggungjawabnya. "Misal ada tender yang harus diulang karena satker tersebut lalai dalam membuat aturan maka tender ulang menjadi beban satker tersebut. Artinya tidak boleh menggunakan keuangan negara untuk hal tersebut. Saya pikir kasus Pilgub putaran 3 itu juga sama," katanya.

"Jadi tanggungjawab biaya penyelenggaraannya seharusnya tidak menjadi beban negara lagi, tetapi menjadi tanggung jawab mereka-mereka yang terlibat didalamnya, dan menurut saya itu adalah KPUD dan Panwaslu Jatim," kata Saleh yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya itu. Dengan meminta fatwa ke BPK maka Panggar DPRD Jatim nantinya tidak ikut disalahkan jika biaya anggaran Pilgub lanjutan di Pulau Madura tersebut dikemudian hari menjadi bermasalah. (*)

Baca selengkapnya....

Seandainya Boleh Memilih Penjajah

⊆ 14:36 by admin | , , . | ˜ 0 comments »

Kualitas suatu bangsa di mata dunia internasional lazim diukur dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) atau Human Development Index (HDI). Indikator IPM adalah derajat kesehatan, pendidikan, dan tingkat perekonomian masyarakat. Laporan HDI periode 2007/2008 menyebut posisi Indonesia berada pada peringkat 107 dari 177 negara, kalah dua peringkat dari Vietnam. Di posisi ini, kita masih dalam kategori medium. Malaysia, tetangga terdekat sudah lama nangkring di kategori High Quality Countries.

Sekarang ditarik ke masa lalu, di era penjajahan. Indonesia pernah dijajah banyak negara. Ada Belanda, Jepang, Perancis, Portugis dan Inggris. Belanda menjajah 350 tahun, lalu dijajah Jepang 3,5 tahun, dan kita juga pernah dijajah Inggris, Perancis dan juga Portugis. Kenapa dijajah? Sebab Indonesia merupakan negara yang kaya memiliki hasil rempah-rempah yang menyebabkan banyak negera Eropa menjajah Indonesia. Hingga kini pengaruh Belanda masih tersisa di negara ini. Juga negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, Australia. Penjajahan bukan hanya dilakukan dalam hal ekonomi saja, tapi juga menyangkut pemikiran dan budaya dari bangsa yang dijajah.

Mari bandingkan HDI dengan masa lalu penjajahan pada beberapa negara tetangga kita:
1. Singapura 0,916 (Bekas jajahan Inggris dan Jepang)
2. Brunei 0,871 (Bekas jajahan Inggris)
3. Malaysia 0,805 (Bekas jajahan Inggris)
4. Thailand 0,784 (-)
5. Filipina 0,780 (Bekas jajahan Spanyol dan USA)
6. Indonesia 0,711 (Bekas jajahan Belanda dan Jepang)
7. Vietnam 0,709 (Bekas jajahan Prancis)

Apa hubungannya? Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur H Saleh Ismail Mukadar SH pernah menerima delegasi International Labour Organisation (ILO) yang diantar Muhamad Nour, Project Coordinator-Labour Migration ILO Surabaya Office. Yang hadir wakil direktur ILO wilayah Asia berasal dari Belanda, juga ada yang berasal dari Thailand, Jepang dan Swedia. "Saya bilang ke mereka, kalau boleh memilih saya akan memilih Indonesia lebih baik dijajah Inggris daripada Belanda. Saya bilang negara-negara bekas jajahan Inggris kondisinya jauh lebih maju dibandingkan negara bekas jajahan Belanda. Muka wakil ILO dari Belanda langsung memerah, sedangkan yang lain langsung tertawa. Kondisi sosial ekonomi Indonesia yang terpuruk tak lepas dari pengaruh Belanda sebagai penjajah. Meninggalkan warisan budaya dan sosial yang menjadikan Indonesia sebagai bangsa 'pekerja'," papar Saleh.

Setelah kejadian pertemuan dengan delegasi ILO tersebut, Saleh sempat berkunjung ke Malaysia. Faktanya memang kondisi masyarakat dan ekonomi Malaysia lebih maju. Tapi ada satu hal yang menggelitik perasaannya. Malaysia yang pernah dijajah Inggris menurutnya secara tidak disadari mengalami kasta masyarakat. Pada level kenegaraan, memang mereka menggunakan Bahasa Melayu sebagai bahasa pengantar. Sebab sudah mereka tetapkan Bahasa Melayu sebagai bahasa nasional. Namun praktek di lapangan ternyata bahasa Melayu hanya menjadi bahasa warga kelas dua. Bahasa masyrakat pinggiran, yang digunakan di pasar-pasar tradisional. Sementara komunitas menengah atas cenderung menggunakan bahasa Inggris sebagai pengantar.

"Mereka malu berbahasa Melayu karena dianggap bahasa kelas rendahan. Mereka merasa lebih punya gengsi jika dialog memakai bahasa Inggris. Ini juga efek dari penjajahan. Nasionalisme kita jauh lebih tinggi dibandingkan mereka. ni yang membuat saya bangga sebagai bangsa Indonesia. Bangsa yang disebut bagsa pekerja tetap bangsa yang memiliki nasionalisme tinggi dan tak tergoyahkan. Kesimpulan saya, ternyata dijajah oleh siapa saja ternyata sama saja. Jadi kalau boleh memilih maka kita akan memilih tidak mau dijajah," tandasnya. (sak)

Baca selengkapnya....

Hindari Konflik Internal

⊆ 12:50 by admin | , , . | ˜ 0 comments »

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya H Saleh Ismail Mukadar SH prihatinan atas kondisi internal partai berlambang kepala banteng itu. Sejak adanya pencalegan anggota legislatif, yang terjadi justru ancaman perpecahan. "Kita membangun partai ini dengan cucuran keringat dan air mata, kita bekerja siang dan malam bertahun-tahun untuk kebesaran dan keutuhan PDI Perjuangan Surabaya, tapi sekarang yang terjadi malah adanya ancaman internal yang membuat partai tidak solid lagi," kata Saleh Mukadar.

Pernyataan prihatin itu disampaikan dihadapan puluhan relawan khusus calon anggota legislatif (caleg) DPRD Kota Surabaya Dapil V beberapa waktu lalu. Menurut Saleh, kondisi PDI Perjuangan Kota Surabaya saat ini jauh berbeda saat proses pemilihan gubernur (Pilgub) Jatim masih berlangsung. Soliditas partai dan kekompakan pengurusnya berjalan dengan baik dan patut dibanggakan.

"Saat Pilgub kita begitu solidnya mendukung pasangan Sutjipto-Ridwan dan itu terjadi mulai jajaran struktural paling atas hingga grassroot. Alhamdulillah SR memenangkan Pilgub di Surabaya. Tapi kondisi solid itu berubah 180 derajat. Ketika masa-masa pencalegan berlangsung semuanya menjadi berantakan. Para caleg kini hanya memikirkan dirinya sendiri. Intrik dan firnah tersebar kemana-mana, saling menjatuhkan dan berpotensi terjadi konflik secara fisik. Saya prihatin dan sedih," ungkapnya.

Saat ini, ada beberapa caleg yang memiliki masing-masing relawan yang 'saling berhadapan' berebut daerah konstituen yang sama, masing-masing relawan memasang tanda gambar yang malah memicu terjadinya perselisihan, ada yang ngotot sosialisasi hanya tanda gambar dan nomor urut PDI Perjuangan 28 berhadapan dengan mereka yang mensosialisasikan nomor urut caleg. "Padahal untuk urusan pencalegan, partai sudah memiliki aturan main yang jelas dan jika caleg mematuhi aturan tersebut maka partai tetap akan solid dan bisa memenangkan pemilihan umum legislatif," papar Saleh.

Upaya untuk merapatkan barisan bukannya tidak dilakukan. Pada 30 Desember 2008 lalu dilangsungkan rapat koordinator cabang (Rakorcab) PDI Perjuangan Kota Surabaya, mengundang semua pengurus cabang, ketua sekretaris dan bendahara anak cabang (PAC) serta semua caleg PDI Perjuangan se-Surabaya. Rakorcab itu diharapkan menjadi titik awal merapatkan dan mensolidkan partai. "Saya ingin memberi pembekalan saat itu tapi Allah menghendaki lain, anak saya sakit dan harus operasi di Jakarta. Saya tidak bisa hadir tapi saya sudah minta tolong pada Pak Tjip dan Pak Bambang DH agar hadir dan memberi wejangan," paparnya.

Padahal, Saleh ingin menegaskan posisinya sebagai ketua partai akan berada pada posisi netral, tidak memberi dukungan lebih atau kurang pada caleg tertentu dan bahkan siap melakukan kampanye bagi caleg PDI Perjuangan yang akan berangkat ke DPRD Jatim seperti dirinya. "Ada Ibu Fanny, ada Pak Agung Sukomanunggal yang juga Caleg satu Dapil dengan saa, kalau diminta saya akan kampanyekan mereka. Bagi saya lebih baik saya tidak menjadi legislatif dari pada PDI Perjuangan pecah. Bahkan saya bersedia mundur, agar lebih banyak teman-teman yang menjadi legislatif. Tapi karena jabatan Ketua maka tidak memungkinkan untuk mundur. Saya tetap maju tapi saya tidak semata-mata kampanye bagi diri sendiri. Saya ingin yang menang adalah PDI Perjuangan," tegas Saleh. (sak)

Baca selengkapnya....

Saatnya Pendidikan Nilai-Nilai

⊆ 00:39 by admin | , . | ˜ 1 comments »

Arah kebijakan pendidikan di Jawa Timur sudah saatnya lebih menitikberatkan pada pembentukan nilai-nilai kepribadian, daripada sekedar mengejar angka ujian. Nilai-nilai kepribadian tersebut menurut Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur H Saleh Ismail Mukadar jauh lebih penting dibandingkan angka-angka kelulusan. "Program pendidikan kita sebut gagal jika hanya mampu memberikan angka kelulusan semata dan mengesampingkan pembentukan watak dan kepribadian anak-anak kita. Ini yang seharusnya menjadi prioritas bagi arah kbijakan pendidikan di Jawa Timur," katanya.

Saleh saat menjadi nara sumberpada rapat koordinasi Pemanfaatan Anggaran Fungsi-Fungsi Pendidikan, yang diselenggarakan Badan Perencanaan Pembangunan Propinsi (Bappeprop) Jatim pada 4-5 Desember 2008 di Hotel Garden Surabaya menyebutkan pendidikan nilai-nilai itu sekarang menjadi trend di dunia barat. "Di dunia barat yang semula mengejar angka-angka kini kembali mengajarkan nilai-nilai, sedang kita kok malah getol-getolnya mengejar angka-angka."

Menurut Saleh, pendidikan yang menekankan pembentukan nilai-nilai, sudah menjadi amanat dari pasal 3 UU No 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas (Sistim Pendidikan Nasional). Pasal tersebut menyebutkan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. "Ini sudah jelas dan wajib hukumnya bagi kita semua untuk mewujudkannya," tandasnya.

Namun yang saat ini masih terjadi adalah sebaliknya. Setiap tahun kita kita melihat bagaimana ekspresi siswa saat pengumuman kelulusan sekolah, khususnya SMA yang begitu hingar bingar. Begitu hebohnya dan cenderung tidak mencerminkan kepribadian serta peradaban bangsa yang bermartabat. Mereka menurut Saleh, lupa bahwa hasil ujian nasional meski tinggi namun hanya bagian kecil dari suatu keberhasilan. "Ada penelitian yang menyebutkan bahwa IQ hanya berperan 20 persen menunjang sukses, 80 persen sisanya tergantung kepada EQ dan SQ," jelasnya.

Artinya, kemampuan menahan diri, mengendalikan dan memahami emosi diri sendiri atau orang lain, berdaya tahan menghadapi kegagalan, sabar, memiliki motivasi, kreatif, berempati, toleran adalah bagian dari nilai-nilai yang jauh lebih penting dari sekedar ujian nasional. "Maka sekolah harus membuat kurikulum yang mampu mengarahkan siswa agar mampu mempelajari keterampilan dan pengetahuan tentang materi-materi pelajaran spesifik, mampu mengembangkan konseptual umum dan mampu mengembangkan kemampuan dan sikap pribadi yang dapat diaplikasikan di masyarakat," jelasnya. (sak)

Baca selengkapnya....

Persebaya Deadline 9 Desember

⊆ 21:53 by admin | , , . | ˜ 1 comments »

Surabaya - Ketua Umum Persebaya H Saleh Ismail Mukadar SH memberikan deadline alias batas waktu hingga Selasa (9/12) kepada para pemain untuk berpikir dan menerima kebijakan rasionalisasi kontrak. Pernyataan ini disampaikan Saleh, setelah pertemuan antara pengurus, manajemen dan pemain selama satu jam di Wisma Persebaya, Kamis (4/12) siang belum mendapatkan titik temu. “Mereka mengaku masih akan mikir-mikir dulu. Karena itu, kami beri waktu hingga Selasa (9/12) mendatang untuk bersikap,” ujar Saleh Mukadar usai pertemuan.

Dalam pertemuan yang dihadiri Ketua Umum Persebaya Saleh Mukadar, Cholid Goromah (Ketua Harian), Hendri (Bendahara), Saleh Hanifah (Asisten Manajer), Freddy Muli (pelatih) dan pemain, minus manajer tim Indah Kurnia yang ikut pembekalan caleg DPR RI di Jakarta, ada salah satu ide dari pemain yang kini masuk dalam daftar pertimbangan pengurus dan manajemen. Saleh Mukadar mengungkapkan, pemain menawarkan rasionalisasi hanya dilakukan pada sisa gaji, terhitung mulai Nopember. “Pemain menawar agar yang dirasionalisasi adalah sisa gaji pemain yang belum dibayar, terhitung mulai bulan Nopember. Tapi entah kita akan menggunakan opsi kita, opsi mereka atau opsi yang lain, tunggu 9 Desember nanti,”tandasnya.

Saleh Mukadar yang juga Ketua Komisi E DPRD Jatim ini menuturkan, sebelumnya pengurus berencana memberlakukan rasionalisasi kontrak 0 hingga 22 % dari keseluruhan nilai kontrak. Namun, bila kedua langkah tersebut tidak menemui jalan tengah, maka opsi terakhir adalah pengurus dan manajemen akan mengambil keputusan sepihak. Tapi menurut Saleh, hal itu adalah langkah terakhir dan yang paling buruk. Dirinya berharap pada pertemuan lanjutan, akan didapatkan hasil akhir yang tentunya menguntungkan kedua belah pihak. “Itu opsi terburuk dari pengurus. Tahun ini tak masalah saya dihujat, tapi ke depan (2-4 tahun lagi) bisa mencetak pemain. Daripada sekarang juara, tapi mati di tengah jalan. Apalagi, tanggungjawab saya masih lima tahun ke depan,” tegas Saleh.

Untuk itu, lanjut Saleh, hingga batas waktu Selasa (9/12) akan dilakukan pembicaraan dengan pemain face to face dengan semua pemain. “Saya akan menugaskan beberapa orang dari pengurus maupun manajemen untuk melakukan itu. Jika pemain belum paham, bisa bertanya,” imbuhnya. Lebih jauh Saleh menuturkan, kebijakan rasionalisasi harus dilakukan karena untuk menyelamatkan Persebaya. Sebab neraca keuangan Persebaya tak seimbang. Rata-rata pemasukan total hanya Rp 269.223.000, sedang pengeluaran Rp 1.163.411.666. Jadi tiap bulan Persebaya butuh dana talangan Rp 894.188.666.

“Soal kebijakan rasionalisasi itu jika memang ada yang nggak setuju, itu hak mereka. Tapi perlu diingat, langkah rasionalisasi yang kami ambil tidak seekstrim klub-klub lain," kata Saleh merujuk pada pilihan yang sama yang ditempuh Persik Kediri. Manajemen Macan Putih, memberlakukan rasionalisasi 60 persen. Itu yang membuat beberapa pilar klub peraih dua trofi Liga Indonesia ini, hengkang dari Kediri. Menurut Saleh, pihak pengurus ingin bijak dengan hasil ideal bisa dicapai. Artinya, pemain bisa memahami penderitaan pengurus Persebaya. Di sisi lain, pengurus ingin pemain tetap utuh. Tak ada yang pergi atau hengkang. Jika Selasa (9/12) nanti tetap tak ada titik temu, lantas bagaimana jika pemain melakukan eksodus, Saleh menuturkan, ya, itu opsi terburuk yang akan diambil pengurus. “Tapi saya berharap pemain tetap utuh di Persebaya,” tandasnya.

Baca selengkapnya....

Tiap Bulan Tekor Rp 894.188.666

⊆ 21:51 by admin | , , . | ˜ 0 comments »

Baca selengkapnya....

Mengapa UMK Surabaya Rendah?

⊆ 15:34 by admin | , . | ˜ 0 comments »

Gubernur Jatim diharapkan melakukan intervensi dalam kapasitasnya sebagai pejabat tertinggi di propinsi yang menerima wewenang sesuai UU 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan atas pemberlakuan UMK Jawa Timur yang di sejumlah kota kurang pas. Permintaan tersebut disampaikan Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur, H Saleh Imail Mukadar SH yang beberapa waktu lalu mendampingi DPC KSPSI Kota Surabaya audiensi dengan Pj Gubernur Jatim Setia Purwaka di kantornya.

Menurut Saleh, dalam pertemuan tersebut terungkap sejumlah 'kejanggalan' hasil survei Kebutuhan Hidup Layak (KHL) yang dilakukan di Kabupaten Gresik, Sidoarjo dan Pasuruan, yang membuat UMK ketiga kota tersebut plus Kabupaten Mojokerto dan Kabupaten Malang tahun ini lebih tinggi dibandingkan UMK Kota Surabaya. UMK 2009 Gresik dan Mojokerto sama-sama Rp 971.624, sedangkan UMK Surabaya hanya Rp 948.500. "Kalau acuannya survei KHL maka pasti ada yang salah pada surveinya. Yang di Surabaya itu disurvei terlalu murah atau malah yang di Gresik dan sekitarbnya terlalu mahal," kata Saleh. "Jadi menurut saya pertanyaannya bukan mengapa UMK Surabaya rendah, tetapi yang benar adalah mengapa UMK di Gresik dan Mojokerto bisa tiggi?"

Menurut Saleh, ternyata dari data rekapitulasi hasil survei Disnaker Kota Surabaya, ada sejumlah item komponen yang menunjukkan selisih harga hasil survei sangat tinggi / mencolok. Ini yang kemudian membuat KHL di Gresik, Mojokerto, Sidoarjo dan Pasuruan menjadi tinggi. Satu misal pada bidang Makanan dan Minuman, harga item komponen Kacang-kacangan (tahu / tempe) 4,5kg, jika di Surabaya harganya hanya Rp 25.250,- sedang di Gresik tercatat Rp 31.285,67. Untuk Susu Bubuk 0,9kg di Gresik tercatat Rp 60.375,- maka di Surabaya hanya Rp 54.875,-. Harga survei gula pasir, minyak goreng dan teh juga lebih mahal di Gresik dibandingkan Surabaya.

Lalu pada bidang Sandang, perbedaan menyolok pada item komponen Kemeja lengan pendek/blus,jika di Surbaya ntul 6/12 potong harganya Rp 17.055,56 maka di Gresik mencapai Rp 23.750,-. Harga survei celana panjang / rok, kaos oblong / BH, sarung / kain panjang, sepatu, sandal jenpit semuanya lebih mahal Gresik dibandingkan Surabaya. "Untuk urusan Sandang yang lebih murah di Gresik dibanding Surabaya adalah perlengkapan ibadah. Ini wajar karena industri perlengkapan ibadah pusatnya ya di Gresik," papar Saleh.

Saleh maklum jika harga-harga tersebut mengikuti mekanisme pasar, namun yang seharusnya memunculan angka yang saa adalah pada item komponen akan barag-barang kebutuhan yang disubsidi pemerintah, seperti mintak tanah, listrik, air bersih. "Apa mungkin hasil survei berbeda jika kita menghitung harga listrik di Surabaya dan Gresik? Minyak tanah juga harusnya sama, juga air PDAM," kata Saleh.

Sebab ketiga komponen tersebut jika digabung membuat hasi survei di Gresik menjadi kota mahal. Minyak tanah (Surabaya Rp 35.000,- Gresik Rp 52.000,_), Listrik (Surabaya Rp 10.750,- Gresik Rp 22.486,-) dan Air bersih (Surabaya Rp 6.640,- Gresik Rp 16.750,_). "Atas dasar data tersebut, saya yakin hasil survei beberapa kota sengaja dibuat mahal. Maka menjadi tugas gubernur untuk memperbaikinya," tandas Saleh yang beharap, dengan bersumber pada perbandingan hasil survei tersebut, gubernur membuat keputusan yang adil dan bijak. "Misalnya memerintahkan agar dilakukan survei ulang." (sak)

Baca selengkapnya....

Kamis, Saleh Temui Pemain

⊆ 14:41 by admin | , , . | ˜ 0 comments »

Konflik internal Persebaya, terkait rencana pemberlakuan rasionlisasi kontrak/gaji pemain, tampaknya segera berakhir. Ini setelah Ketua Umum Persebaya Saleh Ismail Mukadar yang didampingi Ketua Harian Cholid Ghoromah melakukan pertemuan tertutup dengan pelatih Freddy Muli di kediamannya, Selasa (2/12) siang. Pada pertemuan yang tak dihadiri manajer tim Indah Kurnia itu dihasilkan keputusan penting. Saleh Mukadar akan menemui pemain dan tim pelatih di Wisma Persebaya, Kamis (4/12) siang pkl 12.00 WIB. “Agar persoalan ini tak berlarut-larut saya akan menemui pemain dan tim pelatih Kamis (4/12), sekalian makan siang,” ujar Saleh usai bertemu dengan Freddy.

Pada kesempatan itu, Saleh akan menjelaskan soal rencana manajemen Persebaya memberlakukan rasionalisasi. Hal ini agar 27 pemain yang dikontrak Persebaya paham benar apa yang dimaksudkan manajemen. Sebenarnya yang punya wewenang menjelaskan ke pemain adalah pihak manajemen, dalam hal ini adalah manajer tim Indah Kurnia. Kenapa demikian? Karena Saleh Mukadar telah mendelegasikan wewenang kepada Indah Kurnia untuk menangani tim, termasuk menyelesaikan masalah jika tim itu ada persoalan (rasionalisasi).

Faktanya, manajemen tak mampu menyelesaikan, bahkan malah terkesan melemparkan tanggungjawab kepada pengurus. Ini jelas, ada yang tak beres. “Bu Indah masih kita beri kepercayaan sekali lagi untuk menyelesaikan persoalan rasionalisasi. Jika tak mampu, kita bisa saja mencari yang lain,”tandas Saleh bergurau.

Dalam pertemuan kemarin, Saleh Mukadar mencoba membeberkan soal rasionalisasi kepada Freddy. Menurut Saleh, rasionalisasi sudah jadi fenomena klub-klub di Indonesia, termasuk Persebaya. Dan, ii tak bisa dihindari lagi. Sebab, jika pemain ngotot menolak, maka Persebaya akan gulung tikar. Karena itu, manajemen mencoba menyeimbangkan neraca keuangan Persebaya dengan melakukan rasionalisai terhadap gaji dan kontrak pemain, sehingga biasanya setiap bulan Persebaya mengeluarkan Rp 663 juta untuk gaji pemain, maka dengan rasionalisasi bisa memangkas sampai Rp 310 juta/bulan.

Dengan kondisi seperti itu, Saleh yakin neraca keuangan akan berimbang dan bisa menarik investor. Bahkan, sumber-sumber pemasukan lain, seperti tiket, sponsor, marchindise, Akademi Persebaya, media, fasilitas penginapan untuk tim-tim tamu, fasilitas olahraga futsal dll, dapat diadakan dan dioptimalkan, sehingga prospek bisnis Persebaya akan benar-benar menjanjikan. “Jika pemain ngotot, bisa saja Persebaya menjual semua asetnya, tapi dua bulan kemudian akan mati. Ini jelas tak diinginkan dan akan merugikan semua. Karena itu, jalan satu-satunya adalah rasionalisasi. Memang menderita, tapi kalau mau baik ya harus begitu,” tegasnya, seraya menambahkan jika rasionalisasi itu tak bisa dilakukan di Rembang atau Kudus yang tiap laga home-nya hanya menghasilkan Rp 20 juta.

Terpisah, Freddy Muli mengaku, jika dirinya diundang Saleh Mukadar untuk diskusi soal rencana rasionalisasi. ”Sebenarnya tak ada apa-apa. Selama ini hanya miss komunikasi saja. Karena itu, Kamis (4/12) nanti coba akan dibicarakan,” jelasnya. Freddy sendiri secara pribadi kelihatan susah untuk mengiyakan atau menolak rasionalisasi itu, sebab itu menyangkut pendapatan pemain, dimana ada yang kredit rumah, mobil dll. “Ya, mudah-mudahan saja pertemuan nanti ada solusi terbaik dan memuaskan semua pihak,” imbuhnya. (be)

Baca selengkapnya....

Apa Kabar Surabaya Sport Center?

⊆ 13:12 by admin | , . | ˜ 0 comments »

Surabaya Sport Center (SSC) sudah lama terdengar di telinga masyarakat. Awalnya wacana, tapi seiring dengan waktu, wacana itu bergulir menjadi sebuah rencana. Tidak mulus memang, karena muncul tanggapan pro dan kontra.

Setidaknya dua tiga tahun lalu SSC digelindingkan sebagai konsumsi pemberitaan yang memunculkan reaksi pro dan kontra masyarakat. Ya, hanya sebatas itulah. Tidak lebih. Tapi SSC makin gencar sebagai topik tentang sebuah megaproyek pembangunan sarana olahraga di Surabaya.

Tepatnya di kawasan Pakal, Benowo, Surabaya Barat, proyek itu direncanakan, dan bahkan sudah ditancapkan tanda pembangunannya. Toh, itu tidak segera ada aksi besar-besaran di lokasi. Masih saja terjadi tarik ulur di level legislatif dan eksekutif. Pro dan kontra masih mewarnai pembangunan SSC yang diplot bernama Gelora Bung Tomo (GBT) itu.

Ketika Gubernur DKI Ali Sadikin (saat itu, Red) memunculkan gagasan dan proyek Taman Mini Indonesia Indah (TMII), muncul pro dan kontra. Tapi Bang Ali jalan terus. Toh TMII saat ini menjadi salah satu fasilitas yang patut dibanggakan warga DKI Jaya.

“Pro dan kontra saya pikir hanya sesaat, tetapi kelak yang menikmati pembangunan adalah generasi berikutnya. Kami ingin SSC segera terwujud. Bukan apa-apa, tetapi predikat Surabaya ‘kota atlet’ adalah sebuah ironi jika kita sendiri tidak memiliki sarana dan prasarana yang memadai,” ujar mantan Ketua Umum KONI Surabaya yang juga anggota DPRD Jatim, Saleh Ismail Mukadar.

Mengapa megaproyek pembangunan sarana olahraga di kawasan Surabaya Barat itu tidak kunjung menampakkan sebuah karya nyata? Artinya, dibutuhkan pemahaman, kesadaran atau sinergi dari berbagai elemen masyarakat. Jika tidak, ya sudah SSC akan sulit direalisasikan alias akan tetap teronggok sebagai bangunan-bangunan setengah atau bahkan seperempat jadi. Seperti halnya beberapa mal, plasa dan gedung-gedung pencakar langit di bumi Surabaya ini.

Padahal, jika SSC GBT itu terealisasi, setidaknya akan lebih mempercepat pembangunan Surabaya wilayah barat dan utara. Kawasan tersebut relatif tidak seperti rekan-rekannya di timur, selatan atau bahkan pusat. Padahal, lahan di sana masih memungkinkan untuk pengembangan Surabaya.

Berkaca pada sukses Thailand menggelar SEA Games 2007 silam di salah satu propinsinya yakni Nakhon Ratchasima, bolehlah Surabaya meniru sepak terjang propinsi tersebut. Sebagian pengurus dan anggota dewan kota Surabaya juga ikut berkunjung ke sana.

Mereka tahu sendiri dan mengorek banyak dari petinggi Nakhon Ratchasima yang dalam waktu sekitar dua tahun mampu mewujudkan sebuah kompleks olahraga terpadu. Padahal Nakhon jauh lebih sepi dan kecil dibandingkan Surabaya. Tapi Thailand memang mau dan mampu mengembangkan salah satu propinsinya itu agar lebih mendunia.

Sebuah kompleks sarana olahraga terbangun di pinggiran kota Nakhon, tetapi beberapa sarana olahraga lainnya juga disebar di beberapa wilayah kota. Pengurus KONI Surabaya dan beberapa anggota DPRD Surabaya yang kala itu ikut ke sana pun manggut-manggut. Kagum, tentunya.

Tapi Nakhon Ratchasima hanya sebuah potret. Surabaya adalah kota terbesar kedua Indonesia setelah Jakarta. Sudah selayaknya memiliki kompleks olahraga terpadu dan lengkap. Rencananya, SSC juga dilengkapi fasilitas hotel maupun rumah sakit, serta akses jalan yang memadai.

Jangan jauh-jauh ke Thailand. Dibandingkan dengan beberapa propinsi di negeri ini, seperti Sumsel, Kaltim, atau bahkan Riau yang akan menjadi tuan rumah PON XVIII/2012. Mereka justru selangkah lebih sigap dalam membangun sebuah kompleks olahraga terpadu.

Kaltim yang baru saja menjadi tuan rumah PON XVII/2008 adalah figur daerah yang patut diacungi jempol. Lahan di Palaran, Samarinda Seberang, yang kala itu masih berupa bukit-bukit dan semak-semak, ‘disulap’ menjadi kawasan olahraga terpadu adalah wujud nyata dari sebuah kompleks olahraga modern dan lengkap. Bahkan Kaltim dengan bangganya menyatakan kesiapannya jika ditunjuk menjadi tuan rumah SEA Games 2011.

Nah sekarang, Surabaya ada apanya dibandingkan dengan mereka? Padahal, ’Kota Pahlawan’ ini mentahbiskan dirinya menjadi ‘kota atlet’. Prosentase sumbangan atlet, prestasi maupun medali bagi propinsi Jatim lebih dari 70 persen. Tapi ironinya, Surabaya belum memiliki sarana dan prasarana olahraga lengkap dan terpadu atau sebut saja memadai.

Beberapa fasilitas olahraga yang ada di kota ini pun terancam tergusur. Bahkan di antaranya sudah lepas dari genggaman. Sebut saja GOR Pantjasila yang sudah bukan aset Pemkot lagi. Lapangan bisbol dan sofbol serta beberapa yang lain pun tak luput incaran pihak lain.

Akankah SSC GBT yang di-gadhang-gadhang menjadi sarana olahraga terpadu, termegah dan terlengkap di Indonesia, hanya ada di angan-angan, tanpa bisa direalisasikan? Adalah menjadi tanggung jawab warga Surabaya. Dan agar proyek itu terealisasi, yang lebih penting adalah keterbukaan dan kejujuran. (*) (Oleh: Edi T. Jatmiko - Wartawan Surabaya Post)

Baca selengkapnya....

Dialog Ketua Umum dan Ketua Umum

⊆ 12:44 by admin | , , . | ˜ 0 comments »

Guna mencari solusi terbaik buat Persebaya, selain mengajak rekan-rekan wartawan berdiskusi, H Saleh Ismail Mukadar SH selaku Ketua Umum Persebaya juga mencari masukkan dari berbagai pihak. Masukan berharga datang dari Dahlan Iskan (CEO Jawa Pos) yang menjadi Ketua Umum Persebaya periode 2002-2003. Uniknya diskusi dilakukan dengan memanfaatkan teknologi informatika, yaitu email. Berikut petikannya:


Email Pertama Saleh Mukadar:

yth; Pak.Dahlan,
Assalamualaikum Wr.Wb.

Setelah berdiskusi dengan Mr Martin Newberry dari Australia, tentang Persebaya, juga membaca tulisan dan pikiran2 pak Dahlan tentang Persebaya, saya berkesimpulan bahwa untuk menjadi Klub Profesional Persebaya harus dikelola dengan orientasi bisnis murni dan lepas dari bayang2 pemkot atau siapapun dibalik itu.

Agar Klub ini menarik minat investor selain harus melepaskan diri dari campur tangan pemkot, kami juga telah mencoba menyeimbangkan neraca keuangan Persebaya dengan melakukan rasionalisasi terhadap gaji dan kontrak pemain,sehinggga biasanya setiap bulan kita mengeluarkan Rp.663 juta untuk gaji mereka, Insya Allah dengan rasionalisasi kita bisa memangkas sampai dengan Rp.310 juta,-perbulan

Dengan kondisi seperti itu, saya yakin apabila sumber2 pemasukan lain seperti; tiket, sponsor, marchindise, Akademi Persebaya, media, fasilitas penginapan untuk team2 tamu, fasilitas olahraga futsal dll dapt diadakan dan dioptimalkan prospek bisnis Persebaya akan benar2 menjanjikan.

Masalahnya apakah masyarakat Surabaya tidak bereaksi negatif kalau seluruh kepemilikan saham Persebaya minus dua puluh prosen milik Klub kita jual semuanya kepada swasta ? jika boleh apakah harus investor lokal (Surabaya) ataukah dapat kami tawarkan pada investor lain diluar Surabaya ?

Saya berharap bapak dapat memberi arahan dan saran agar kami dapat benar2 menjadikan Persebaya sebuah Klub Profesional sekaligus dengan prestasi yang terus meningkat, dan kalau diperkenankan saya mohon waktu bapak untuk bisa berdiskusi tentang masa depan Persebaya.

Akhirnya atas perhatian dan bantuan arahan bapak kami sampaikan terima kasih '

wassalam,
Hormat kami,
Saleh Ismail Mukadar

Email Pertama Dahkan Iskan :

salam,
wah saya kaget dapat email ini. maaf agak lambat membalas karena selama 2 hari praktis terus di atas pesawat. saya kagum pada anda soal persebaya. apalagi masih berkomitmen untuk memikirkan dengan sungguh-sungguh masa depannya.

saya agak gamang dengan beberapa pertimbangan:

1. iklim sepakbola nasional belum memungkinkan untuk terjadinya profesionalitas. jkalau hanya satu klub yang profesional, akan tenggelam oleh iklim nasional. saya tahu anda juga sependapat soal ini, bahkan anda pernah mau mendobraknya.

2. dalam keadaan negara seperti ini (kira-kira diapa-apakan sepakbola belum akan bisa maju dalam 5 tahun ke depan).

3. format pengorganisasian model PSSI juga tidak memungkinkan sepakbola maju secara fondamental (kalau toh mau, itu hanya sesaat lalu pada kurun berikutnya mundur lagi, maju lagi dan seterusnya).

4. tapi suasana seperti itu juga membuat keterikatan supporter dengan persebaya tidak akan sekental dulu. Artinya, supporter sekarang juga sudah lebih realistis bahwa Persebaya tidak bisa dikelola model lama lagi. sikap klub-klub saya lihat juagh sudah berubah. seberapa perubahan itu, anda lebih tahu. artinya, apakah benar-benar sudah busa menerima sepenuhnya perubahan? atau masih akan mbalik-kucing kalau ada yang memprovokasi? anda lebih tahu.

5. begitu persbeya sudah ditangan investor, pada dasarnya tidak bisa lagi dipersoalkan investor lokal atau luar daerah. begitu ide investor itu diterima, sudah harus dlupakan soal itu. hanya sjaa, untuk transisi, agar kelihatan bijaksana, mungkin untuk beberapa waktu lokal itu.

6. tapi dalam suasana seperti sekarang, cari investor juga tidak mudah. investor harus diberi tahu bahwa jangan mengharap yang mukluk2 dalam lima tahun ke depan. kalau investor over ekspektasi, nanti bisa kecewa dan dalam tiga tahun bikin ribut.

7. saya pribadi setuju di PT kan. tapi saya kan tidak punya legitimasi untuk setuju atau tidak setuju.

8. saya hanya kagum bahwa anda mau memikirkan ini. perubahan besar pasti akan membawa gejolak. tapi kalau takut gejolak, perubaha tidak akan pernah terjadi.

salam, maaf tidak memuaskan.
dis

Email Kedua Saleh Mukadar:

Assalamualaikum Wr,Wb.
Terima kasih atas perhatian dan sumbang sarannya,memamg semua yang bapak sampaikan adalah perseolan riil yang kita hadap hari ini,tapi suka atau tidak suka inilah tanggung jawab yang harus kita selesaikan,dan saya sangat ingin dapat meninggalkan Persebaya sebagaimana saya meninggalkan KONI Surabaya dalam kondisi sistem dan manajemn organisasi telah tertata dengan baik.

Saya melihat bahwa salah satu faktor rusaknya sendi2 bangsa kita termasuk pengelolaan sepak bola secara nasional adalah karena tidak adanya sikap tanggung jawab dari individu2 yang kemudian membawa organisasi pada kondisi2
yang memberikan keuntungan kepada mereka secara pribadi maupun golongan. Saya yakin sekalipun iklim sepak bola nasional seperti yang dikatakan pak.Dahlan Persebaya pasti bisa Profesional kalau bisa kita lepaskan dari
bayang2 pemkot dan kepentingan2 politik sesaat, dan untuk memandirikan Persebaya seperti itu saya membutuhkan dukungan semua pihak di Surabaya terutama pak Dahlan yang Insya Alllah suaranya masih di dengar oleh para
pemilik klub.

Wasssalam,
Saleh Ismail MUkadar.


Email Kedua Dahlan Iskan :

saya dukung penuh setiap ide yang berdasarkan akal sehat seperti ide anda ini. maju terus.
oh ya soal rasionalisasi gaji pemain itu, apa tidak mungkin dikembangkan menjadi kesepakatan ansional? agar ada pembatasan gaji etrtinggi?

dis


Email Ketiga Saleh Mukadar :

saya telah berkali kali meminta mereka agar mengumpulkan semua klub untuk menyepakti rasionalisasi secara nasional tetapi nampaknya semangat mereka dan kita berbeda karena kalau rasionalisasi benar benar dilakukan banyak klub pada kota2 kecil dan potensi yang terbatas pasti akan berguguran yang bisa bertahan hanya klub di kota2 besar dengan stadiun yang memadai dan jumlah penonton yang besar,dan satu hal yang mereka takutkan kehilangan klub berarti kehilangan tambahan pendapatan semakin profesional berarti juga semakin berkurang pendapatan,ya begitulah nasib kita suka tidak suka kita berada dan bahkan dibawah pengaturan mereka.

Andai saya punya power sebesar pak.Dahlan saya akan mengambil tanggung jawab tsb dari mereka (PSSI) dan membawanya pada jalur yang benar sebagai wujud syukur pada anugrah kehidupan yang telah diberikan Tuhan kepada Saya.

Terima kasih dukungan bapak dan dengan dukungan tsb saya lebih mantap untuk melangkah menjadikan Persebaya lebih mandiri dan Profesional.

Baca selengkapnya....

Mencapai Kebenaran Tertinggi (1)

⊆ 15:46 by admin | . | ˜ 0 comments »

"Akan Kami tunjukan bukti-bukti kebenaran Kami di seluruh penjuru dunia, dan di dalam dirimu sehinga kau akui bahwa Alquran adalah kebenaran".
Kalimat diatas adalah sebuah statemen dari Alllah yang memiliki banyak makna. Satu diantaranya adalah makna bahwa kalau kita mau maka kita akan dapat menemukan bukti-bukti kebenaran dimana saja, tidak harus sebagaimana yang tertulis maupun tersirat di dalam Alquran. Atau dengan kata lain, diri kita dan juga semua yang kita dapati di dunia ini adalah juga ada di dalam Alquran, yang dapat kita baca kapanpun kita mau melakukannya.

Untuk memudahkan kita memahami lebih mendalam maksud dari statemen Alllah tersebut, marilah kita telusuri dari dasar sebuah piramida (lihat gambar), dimana pada sisi piramida sebelah kanan adalah cara menusia mencapai kebenaran dengan menggunakan science atau ilmu pengetahuan, bukan kitab2 suci termasuk Alquran. Dan pada sisi piramida yang kiri adalah cara kita mencapai kebenaran dengan menggunakan kitab suci atau Alquran.

Kita tidak akan memperdebatkan tentang efektifitas kedua cara atau jalan tersebut. Tetapi yang pasti ketika pencapaian kebenaran menuju puncak piramida maka etape atau wilayah pertama yang akan dilalui adalah wilayah SYAREAT dimana mayoritas manusia berada di dalam wilayah ini. Pada wilayah ini goal atau tujuan seseorang dalam aktvitas dan kehidupan keagamaannya hanya sekedar melaksanakan kewajiban semata.

Misal menjadi seorang guru maka yang penting dia mengajar. Dia tidak akan pernah peduli apakah muridnya menjadi pintar atau menjadi bodoh, menjadi bermoral atau tidak bermoral. Karena goal tertinggi guru tersebut hanyalah sekedar melaksanakan kewajibannya semata. Mereka yang sekedar melaksanakan kewajiban agamanya karena menginginkan surga atau takut dengan ancaman neraka juga berdiam di wilayah ini.

Fase atau wilayah berikutnya setelah wilayah SYAREAT adalah wilayah HAKEKAT. Fase dimana seseorang melakukan aktifitas kegiatan dengan goal atau tujuan tidak sekedar melaksanakan kewajiban tetapi lebih dari itu, yaitu untuk memenuhi tanggung jawab terhadap apa yang dikerjakannya. Misal kalau dia menjadi guru maka dia akan tuntas dalam bekerja. Pengorbanan waktu dan tenaga yang dipunyainya akan diberikan hanya agar muridnya menjadi pandai dan bermoral. Mereka yang melaksanakan kewajiban agamanya pada wilayah ini tidak lagi karena sekedar menginginkan surga atau takut dengan neraka, tetapi lebih dari itu karena memenuhi perintah Allah.

Pada wilayah ini, bekerja adalah juga sebuah kebutuhan. Bahkan bekerja adalah juga ibadah kepada Allah yang tidak perlu dihitung untung ruginya. Hadiah surga dan menghindari ancaman neraka tidak dimaknai oleh mereka di wilayah ini sebagai tujuan akhir. Karena hidup adalah tanggung jawab dan kita hidup justru untuk merampungkan tanggung jawab yang menjadi beban kita sebagai manusia yang menjadi khalifah di bumi. (bersambung)

Baca selengkapnya....

GU vs Persebaya: 1.000 Petugas Keamanan

⊆ 00:34 by admin | , , . | ˜ 0 comments »

Surabaya - Panpel Persebaya berjanji laga Gresik United (GU) dengan Persebaya, Minggu (30/11) pukul 19.00 wib bisa berjalan dengan nyaman. Sebanyak 1.000 personel bakal dikerahkan untuk mengamankan laga dua tim bertetangga ini. Dalam duel ini, panpel bakal menyediakan tiket sebanyak 15.000 lembar. Untuk tribun VIP seharga Rp 50.000, Utama Rp 30.000 dan Ekonomi dijual Rp 15.000. Selain itu, langkah menarik juga dilakukan panpel. Khusus bagi suporter GU (Ultras), panpel memberi kuota sebanyak 1.000 lembar tiket. Mereka akan mendapat potongan harga sebesar Rp 5.000 per tiket.

“Supaya mudah, suporter GU melakukan koordinasi dengan Panpel Persebaya sebelum pertandingan. Kami akan memberi kemudahan-kemudahan bagi suporter tim tamu,” sebut Syamsudin, Seketaris Panpel Persebaya. Soal keamanan, panpel juga menjamin penonton bisa menyaksikan pertandingan dengan nyaman. Karena, pihaknya akan berjuang maksimal memberi layanan terbaik kepada penonton.

“Persebaya membutuhkan perjuangan tidak mudah untuk meladeni GU. Pertandingan pasti berjalan seru dan Persebaya membutuhkan dukungan total dari penonton supaya lolos ke babak 24 besar,” tutur Syamsudin. Kecuali itu, laga GU vs Bajol Ijo merupakan ujian pertama bagi Bejo Sugiantoro dkk yang harus bermain malam hari. Selama tampil di Divisi Utama, Persebaya selalu tampil pada siang hari.

Perkiraan Pemain:
Persebaya (3-5-2): 27-Endra Prasetya (g), 30-Anderson da Silva, 5-Bejo Sugiantoro (k), 17-Bobby Satria, 2-Mat Halil, 15-Anang Ma’ruf, 8-Taufiq, 18-I Putu Gede, 13-Javier Roca, 20-Andi Oddang, 9-Jairon Feliciano.

Cadangan: 1-Kurnia Sandy (g), 4-Nugroho Mardiyanto, 31-Jordie Kartiko, 10-Andik Vermansyah, 22-Facruddin, 12-Wimba Sutan Fenosa, 23-Dodit Fitrio. Pelatih: Freddy Muli

Gresik United (3-5-2): 27-Dedy Iman (g), 25-Dwi Prio Utomo, 3-Rudiyanto, 5-Bernard Mamadou, 15-Khabib Syukron, 19-Zudi Harto, 16-Jajang Paliama (k), 23-Mulyanah, 4-Danang Yulianto, 11-Basuki, 12-Hermawan.

Cadangan: 1-Khusnul Khuluq, 26-Rendy Firgorus, 22-Eric Wicaksono, 30-Yossi A. P., 28-Wawan Efendi, 17-Hery Purnomo, 7-Brahima Traore, 9-Christoper Udensi. Kartaker Pelatih: Sasi Kirono dan Kuswo

Baca selengkapnya....

Anak Sakit, Agenda Tertunda

⊆ 00:21 by admin | . | ˜ 1 comments »

Surabaya - Pulang larut malam, kerap menjelang pagi. Atau bahkan meninggalkan keluarga adalah hal rutin yang dilakukan H Saleh Ismail Mukadar SH. Istri dan kelima anak Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya itu sudah paham betul dengan kegiatan padat abahnya. Toh sesibuk apapun, tetap saja keluarga menjadi prioritas bagi Saleh. Jumat (28/11) malam itu, anak sulungnya Masyita Ramadhita memberi kabar sakit. Masuk rumah sakit dan harus menjalani operasi. Saleh pun segera meninggalkan semua aktifitasnya. Langsung pulang sebentar dan mengajak istrinya malam itu juga terbang ke Jakarta.

Ita, anak sulungnya memang berada di Jakarta. Tepatnya menjalani sekolah mondok setaraf SMU di daerah Lippo Cikarang sejak April 2008 lalu. ia sudah lima hari terakhir mengeluhkan sakit pada perutnya bagian kanan. Keluarga tenang-tenang saja, karena medical recordnya selama ini baik-baik saja. Tapi Jumat malam itu, sang dokter memvonis Ita kena usus buntu dan harus menjakani operasi sesegera mungkin.

Padahal Jumat malam itu, Saleh selaku Penasehat DPC Baitul Muslimin Indonenesia (Bamusi) Kota Surabaya sudah dijadwalkan hadir pada acara pelantikan pengurus Bamusi Kecamatan Kenjeran. Hari Sabtunya sederet jadwal juga sudah menantinya. Antara lain membuka Turnamen Futsal G23, mengikuti Rakorda DPD PDI Perjuangan Jatim, dan janji untuk menemui Freddy Mulli, pelatih Persebaya. Semuanya itu akhirnya tak bisa dia ikuti karena menunggu anak menjalani operasi. Itu menjadi prioritasnya sebagai seorang ayah. "Kami kecewa tapi kami maklum, Pak Saleh harus ke Jakarta. Mau bagaimana lagi, kami berdoa semoga putrinya cepat sembuh," kata Syarief Tualeka Ketua PAC PDI Perjuangan Kec Kenjeran yang jadi panitia pelantikan pengurus Bamusi tersebut.

Bersama istrinya, Saleh tidak tahu akan menunggui anaknya sampai berapa hari, tapi yang jelas pada Sabtu (29/11) pukul 12.00, Saleh sudah mengirim kabar melalui SMS kepada sejumlah kerabatnya. "Alhamdulillah operasi berjalan bagus, usus yang infeksi sudah diambil dan ita sudah sadar, terima kasih semuanya." (sak)

Baca selengkapnya....

Surabaya Borong PU Award

⊆ 10:23 by admin | . | ˜ 0 comments »

Kinerja Pemerintah Kota Surabaya dibawah kepemimpinan Drs Bambang DH MPd membangun dan menata kota Surabaya patut diacungi jempol. Untuk kesekian kalinya, Surabaya meraih penghagaan. Kali ini penghargaan diberikan Departemen Pekerjaan Umum (PU) kepada Pemkot Surabaya atas keberhasilannya membangun daerah.

Menteri PU Djoko Kirmanto menyerahkan penghargaan kepada Wali Kota Surabaya Bambang DH Jumat (28/11) pukul 19.00 WIB di Jakarta. Pemberian penghargaan tersebut berdasarkan Surat Keputusan Menteri PU Nomor 581/KPTS/M/208, tertanggal 20 November 2008 tentang Penerimaan Penghargaan PU 2008.

Penghargaan diberikan kepada pemerintah daerah yang dinilai berhasil menjalankan pembangunan bidang PU. Tahun ini, Surabaya banyak mendapatkan penghargaan berdasar masing- masing subbidang serta kategori. Penghargaan yang diterima kader terbaik PDI Perjuangan Surabaya itu berasal dari beberapa sub bidang berikut kategori, di antaranya sub bidang Bina Marga kategori penyelenggaraan dan sub bidang Cipta Karya kategori penyelenggaraan air minum.

Secara rinci enam penghargaan yang diterima tersebut adalah: peringkat I Penyelenggaraan Jalan & Jembatan kategori kabupaten/kota, peringkat I Pembinaan Jasa Konstruksi kategori kabupaten/kota, peringkat I Pembinaan Bangunan Gedung kategori kota metro, peringkat II Penyelenggaraan Air Minum kategori kota metro, peringkat II Penanganan Pemukiman Kumuh Perkotaan kategori kota metro dan peringkat II Penyelenggaraan Sanitasi (Persampahan) kategori kota metro.

"Penghargaan yang kita sudah tiga tahun berturut-turut diterima Surabaya," papar Bambang DH. “Ini bentuk pertanggungjawaban pemerintah kota kepada masyarakat. Uang pajak masyarakat sudah kita kelola dengan baik. Buktinya, penghargaan ini. Terima kasih saya sampaikan pada warga Surabaya,” pungkasnya. (sak)

Baca selengkapnya....

Stadion Bung Tomo Tak Sekadar Mimpi

⊆ 00:35 by admin | , . | ˜ 1 comments »

Stadion Tambaksari tak lagi sebuah kebanggaan kota pahlawan. Berkapasitas 30 ribu penonton dan diresmikan Presiden Soeharto saat akan membuka PON VII tahun 1969 stadion terletak di kawasan timur Surabaya itu makin usang dan nyaris tergilas perkembangan zaman. Padahal, berbagai kota di Indonesia saling berlomba membangun stadion dan gelanggang olahraga.

Bukti Stadion Tambaksari yang akrab dengan nama Gelora 10 November tersebut ketinggalan zaman, pembukaan dan penutupan PON XV/2000 dialihkan dari Surabaya ke Sidoarjo. Panpel PON Jatim di bawa komando Imam Utomo saat itu punya dua nominator yaitu Stadion Delta di Sidoarjo dan Stadion Petrokimia di Gresik. Pilihan terakhir adalah Stadion Delta yang baru saja rampung dibangun. Stadion Tambaksari dinilai tak memenuhi syarat untuk upacara pembukaan PON.

Pemkot Surabaya kala itu terkesan tidak ambil pusing perhelatan PON harus bergeser ke kota tetangga Sdoarjo. Pertandingan pilihan cabang paling bergengsi sepakbola pun tak pelak terfokus di Stadion Delta. Stadion Tambaksari hanya kebagian babak penyisihan. Cabang atletik yang menjanjikan paling banyak medali juga terpusat di Stadion Delta.

Lain kota Surabaya, lain juga Palembang dan Samarinda. Menjelang PON XVI/2004 di Samarinda, Pemprov Sumsel dan Pemkot Palembang saling bergandeng tangan mewujudkan kawasan olahraga di kawasan Jakabaring Palembang. Di sana dibangun stadion megah berkapasitas 50 ribu lebih penonton berikut gedung-gedung pertandingan untuk beragam cabang olahraga. Jadilah aktivitas PON XVI terpusat di Jakabaring . Sebuah kondisi yang tidak ditemukan saat PON XV/2000 digelar di Jatim.

Kalimantan Timur yang menjadi tuan rumah PON XVII tak mau kalah dari Sumatera Selatan. Menyongsong perhelatan PON XVII mereka membangun dua komplek olahraga masing-masing di kawasan Sempaja dan Palaran. Dua kawasan itu berada di kawasan barat dan selatan kota Samarinda. Di Sempaja dibangun stadion, beberapa gedung olahraga dan hotel berlantai lima. Sedangkan di Palaran yang berjarak sekitar 30 km dari pusat kota dibangun stadion utama dan sejumlah venues pertandingan (GOR) cabang renang, bulutangkis, sofbol, berkuda dan lain-lan. Stadion Segiri yang berada di jatung kota dan kurang lebih berkapasitas sama dengan Stadion Tambaksari tak pelak hanya sebagai pelengkap dan hanya dipakai untuk partai penyisihan.

Sesungguhnya banyak manfaat dari pembangunan sebuah kawasan khusus olahraga. Paling tidak sarana dan prasarana pendukung seperti lahan parkir dapat saling mendukung. Terutama saat penonton sepakbola berduyun-duyun membanjiri stadion.

Tahun ini Pemkot Surabaya mulai ancang-ancang membangun megaproyek Surabaya Sport Centre (SSC) di kawasan Pakal, Benowo. Rencananya di sana dibangun Stadion Utama (Stadion Bung Tomo) berpakasitas 50 ribu lebih penonton. Juga Stadion terbuka (in door), masjid dan lain-lain. Pihak PT Adhikarya sebagai pelaksan juga sudah ancang-ancang mengerahkan segala kemampuan agar Stadion Bung Tomo dapat segera terwujud.

Rencana pembangunan stadion di Kelurahan Pakal Benowo sesungguhnya bukan berita baru bagi warga Surabaya. Sebelum PON XV/2000 di gelar di Jatim, rencana tersebut sempat hingar-bingar di media massa namun kemudian tenggelam ditelan bumi. Patut disayangkan Pemprov Jatim dan Pemkot Surabaya kala itu cenderung kurang antusias membangun stadion. Kegetolan Pemkot membangun Stadion Bung Tomo justru bertalu-talu setelah 8 tahun PON XV.

Untuk sarana olahraga, Surabaya kini patut disebut ketinggalan kereta. Stadion yang ada di Gresik, Sidoarjo dan Kediri jauh lebih hebat dibanding Tambaksari yang boleh jadi 39 tahun silam sebuah kebangggaan tersendiri bagi arek-arek Suroboyo. Dengan kapasitas 30 ribu penonton, saat penduduk Srabaya belum mencapai 1 juta, Tambaksari sudah tergolong prestisius. Namun ketika penduduk Surabaya kini hampir 4 juta jiea, kondisi itu beda 100 derajat. Paling menyulitkan adalah pertumbuhan penduduk di sekitar stadion. Kondisi arus lalu lintas dan parkir sulit sering dikendalikan.

Sejatinya warga Surabaya dan Jatim lebih berharap kawasan Stadion Bung Tomo di Pakal Surabaya kelak diwujudkan tak sekadar sebuah stadion sepakbola. Lebih sempurna kawasan itu dilengkapi aneka ragam GOR. Dengan begitu para atlet dari cabang atletik olahraga tidak perlu lagi sekadar berlatih pergi ke Stadion Delta. Hingar binger olahraga kota jika mungkin diarahkan ke Pakal yang terletak di kawasan barat Surabaya. Pembangunan kawasan olahraga saat ini memang hanya tersedia di wilayah barat kota Surabaya seperti Kecamatan Benowo dan Lakasrsantri. Dinilai ideal karena berdekatan akses jalan tol dan marak petumbuhan kota.

Pembanguna Stadion Bung Tomo juga diharapkan tidak mengesampingkan pertimbangan potensi masa depan. Perencanaan berikut rancang bangun harus memperhatikan kebutuhan jangka panjang. Juga faktor pertumbuhan penduduk dan pembangunan sarana jalan. Bukan tidak mungkin puluhan tahun ke depan Stadion Bung Tomo terlindas oleh perkembangan zama sebagaimana dirasakan Stadion Tambaksari. Jika mungkin, Pemkot membidik kawasan itu menjadi kawasan khusus olahraga seperti Jakabaring di Palembang dan Sempaja serta Palaran di Samarinda. Membangun gelanggang olahraga hanya untuk keperluan sepakbola tidak mustahil sebuah proyek rugi.

Kota Surabaya kini sangat minim sarana olahraga. Tidak terbatas cabang sepakbola. Banyak cabang tertentu merasa kesulitan saat mencari tempat pertandingan berskala nasional. Sebut saja cabang karate, pencak silat, tinju, wushu dan taekwondo. Terlebih setelah gedung Go Skate di Jln Embong Malang Surabaya lebih memilih disewakan untuk kegiatan musik, bisnis dan kegiatan keagamaan. Tidak jarang menggelar kegiatan olahraga skala nasional di sebuah gedung kumuh. Apa daya, kondisi sarana olahraga saat ini di Surabaya baru sebatas itu.

Pertumbuhan atlet di luar sepakbola perlu mendapat perhatian semua pihak termasuk Pemkot dan KONI. Lebih-lebih Surabaya dijuluki Kota Atlet. Sekitar 60 persen atlet yang membela kontingen Jatim di PON XVI dan XVII berasal dari Surabaya. Semua mereka mengharap fasilitas ditingkatkan. Mereka pun yakin dengan latihan keras dan sarana lengka, niscaya perstasi mampu dicapai. Stadion Bung Tomo kelak harus menjadi kebanggaan warga kota sekaligus ajang meraih prestasi.

Bung Tomo adalah sosok pahlawan yang lahir dan berjuang di kota Surabaya. Layak nama beliau diabadikan pada sebuah karya besar anak bangsa seperti stadion yang akan dibangun di Pakal. Kota Surabaya pun sejauh ini sudah banyak melahirkan atlet berprestasi internasional dan layak dijuluki pahlawan olahraga. Ditulis oleh: SP Gultom (Wartawan Koran DOR)

Baca selengkapnya....

Pengajaran Nilai Redam Kekerasan

⊆ 00:05 by admin | , . | ˜ 0 comments »

Persoalan kekerasan terhadap perempuan meski sudah diatur dalam undang-undang dan sebagainya tetap harus dijalankan secara konprehensif alias menyeluruh. Sebab persoalan kekerasan meliputi berbagai aspek yang saling mempengaruhi. Namun menurut Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur H Saleh Ismail Mukadar SH, persoalan budi pekerti, pendidikan moral, penanaman nilai-nilai pada seseorang menjadi fondasi untuk mengurai benang kusut persoalan kekerasan terhadap perempuan.

"Basicnya yang harus kita tata terlebih dahulu. Indonesia ini punya banyak aturan tapi aturan itu justru menjadi sia-sia karena malah banyak yang melanggarnya. Ini aneh, bandingkan dengan Malaysia yang tidak punya undang-undang tapi perlindungan mereka terhadap perempuan korban kekerasan sangat-sangat baik. Saya iri kalau melihat kondisi tetangga kita itu," kata H Saleh Ismail Mukadar SH saat diskusi reboan Dewan Kota Surabaya, Rabu (26/11) di Radio SS.

Dalam diskusi bertema "Penanganan Tindak Kekerasan Perempuan di Jatim dan Implementasi UU No 23 Tahun 2004", saleh menyebutkan ada beberapa sebab yang membuat kekerasan terhadap perempuan (dan juga eksploitasi anak) masih kerap terjadi, yaitu faktor kemiskinan yang membuat orang menjadi mudah marah, cepat putus asa dan emosional, kedua persoalan rendahnya sumber daya manusia (SDM) itu sendiri, ketiga penegakan hukum belum maksimal, keempat terjadinya eksploitasi media yang cenderung tidak mendidik. Kelima adanya undang-undang ketenagakerjaaan yang memberi batasan minimal 21 tahun untuk bekerja ke luar negeri sementara angka putus sekolah sudah terjadi saat anak usia 13-14 tahun. "Ada selang waktu menunggu sebelum mereka bisa bekerja yang rawan terjadinya eksploitasi maupun traficking," ungkap Saleh.

Faktor keenam dan yang terpenting adalah lemahnya pendidikan agama di kalangan masyarakat. Kurikulum pendidikan kita masih cenderung menjadikan angka-angka sebagai ukuran kelulusan dan bukan nilai-nilai yang jadi acuan. Negara barat yang materialistis kini pun kembali ke pengajaran terhadap pentingnya memberikan 'nilai-nilai' seseorang. Mengajar moralitas, sosialisasi, kemanusiaan dan hal yang bersifat perilaku.

Apa solusi yang ditawarkan? Saleh menawarkan langkah sosialisasi UU No 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (PKDRT) dan Perda No 9 Tahun 2005 tentang Penylengaraan Perlindungan Perempuan dan Anak Korban Kekerasan di Jawa Timur lebih diintensifkan. Tentu dengan menaikkan jumlah anggarannya. "Saya akan bantu mencarikan anggarannya jika teman-teman melakukan sosialisasi," tandasnya.

Pengajaran nilai-nilai di sekolah-sekolah juga harus ditingkatkan, bahkan kalau perlu kurikulum pendidikan nasional diubah, orientasi pendidikan terhadap nilai-nilai harus ditambah. Tidak sekedar pelajaran agama, namun juga pendidikan moralitas, sosialisasi dan kemanusiaan dilakukan. "Jika generasi muda kita beri nilai-nilai yang baik, Insya Allah masyrakat kita ke depannya juga akan menjadi masyarakat yang sehat, yang menghormati hak setiap orang, yang menjaga martabat kemanusiaannya dan yang menolak melakukan kekerasan terhadap orang lain," ujar Saleh.

Sementara menurut Erma Susanti MSi dari Samitra Abhaya Koalisi Perempuan Pro Demokrasi (SA-KPPD) kekerasan terhadap perempuan sepanjang 2008 di Jawa Timur didominasi oleh bentuk kekerasan seksual. Dalam rilisnya, sepanjang Januari hingga pertengahan November 2008 terdapat 434 kasus yang terungkap dan sekitar 50 persennya merupakan kasus kekerasan seksual yaitu perkosaan. Rilis yang dibuat SA-KPPD itu terkait dengan tanggal 25 November yang diperingati sebagai "Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan Sedunia". Namun data tersebut hanya berasal dari berita yang muncul di media massa, artinya masih banyak kejadian tindak kekerasan terhadap perempuan yang tidak terkespos. "Ini fenomena gunung es, kasus yang terungkap jauh lebih kecil daripada kasus yang sebenarnya terjadi di masyarakat," kata Esti. (sak)

Baca selengkapnya....

300 Ribu TKI Terancam PHK

⊆ 09:30 by admin | , . | ˜ 0 comments »

Selasa, 25 November 2008
JAKARTA - Jawapos - Ancaman pemutusan hubungan kerja tidak hanya dirasakan puluhan ribu pekerja di dalam negeri. Sekitar 300 ribu buruh migran di Malaysia juga terancam menjadi pengangguran karena berkurangnya order. Duta Besar RI untuk Malaysia Dai Bachtiar menuturkan, dari sekitar dua juta TKI di Malaysia, sekitar 300 ribu bekerja sebagai pekerja kasar di sektor industri.

Bila industri di Malaysia terimbas krisis global sehingga muncul opsi pengurangan pekerja, 300 ribu TKI itu terancam PHK. ''Kalau order berkurang, bukan tidak mungkin ada pengurangan tenaga kerja. Ini yang kami khawatirkan karena sekitar 300 ribu TKI kita bekerja di sektor industri di Malaysia," ujar mantan Kapolri itu setelah bertemu Wakil Presiden Jusuf Kalla di Istana Wakil Presiden kemarin (24/11).

Dai mengakui, hingga akhir tahun ini pekerja-pekerja di sektor industri di Malaysia masih aman dari PHK karena masih terikat kontrak kerja. Dengan demikian, dia memprediksi gelombang PHK masal bagi TKI baru terjadi awal 2009. ''Kita masih menunggu kebijakan pemerintah Malaysia," katanya.

Sementara itu, berdasarkan pantauan terakhir Direktorat Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial hingga 21 November, 22.326 pekerja di lima provinsi telah menerima pemberitahuan rencana PHK dan telah di-PHK. Rinciannya, 20.930 orang telah menerima pemberitahuan rencana PHK dan 1.396 telah di-PHK.

"Berdasarkan pemantauan di 33 provinsi, rencana PHK dan PHK telah terlaksana di Sumatera Utara, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Selatan, dan Maluku Utara," terang Dirjen PHI dan Jamsos Depnakertrans Myra Maria Hanartani di Jakarta kemarin. Selain itu, pantauan terakhir jumlah pekerja yang akan dirumahkan dan yang telah dirumahkan mencapai 19.916 orang. Rinciannya, rencana dirumahkan 18.891 orang dan 1.025 pekerja telah dirumahkan. (noe/iro) Sumber: Jawapos

Baca selengkapnya....

Bomber Persebaya Diharap Sembuh

⊆ 23:59 by admin | , , . | ˜ 0 comments »

Bomber andalan Persebaya, Purwanto yang dibekap cedera dan absen pada lima pertandingan terakhir putaran I Divisi Utama PSSI 2008, diharapkan bisa tampil kembali membela Persebaya pada putaran II. Persebaya yang menjadi pimpinan klasemen sementara wilayah Timur akan mengawali putaran II ke kandang lawan. Tim asuhan Freddy Muli itu akan dijamu Perseman Manokwari, Jumat (19/12) mendatang. Pada putaran I di Gelora 10 Nopember, Kamis (20/11) lalu, tim Bajul Ijo berhasil menjungkalkan tim asuhan Syafrudin Fabanyo 1-0. “Saat ini cedera Purwanto sudah membaik. Namun tetap harus menjalani proses terapi (penyembuhan). Mudah-mudahan di putaran II ia bisa tampil,” ungkap Freddy, Senin (24/11) sore.

Kehadiran Purwanto yang telah mengoleksi 5 gol, memang diharapkan bisa menambah daya gedor lini depan Persebaya yang kini jadi momok lini pertahanan lawan. Selama putaran I, barisan penyerang Persebaya tergolong subur, memasukkan 27 gol dan hanya kemasukan 12 gol. “Semua lini akan kita evaluasi agar di putaran dua nanti penampilan Persebaya bisa lebih ‘greng’. Sebab fokus kita adalah membawa Persebaya ke kasta tertinggi persepakbolaan Indonesia yaitu Super Liga,” tegasnya.

Meski demikian, Freddy tak akan memaksakan Purwanto tampil, jika tak mempunyai kesiapan 100 %. Dari hasil pemeriksaan beberapa waktu lalu, ligamen ACL Purwanto cukup bagus. Begitu pula tulangnya. Dokter tim Persebaya, Heri Siswanto mengatakan, jika Purwanto tinggal menghilangkan trauma saja. “Untuk menendang keras, dia sudah bisa. Cuma masih trauma jika terjadi benturan,” jelasnya.

Ditanya soal Copa Indonesia, dimana pada leg I babak 48 besar Persebaya mampu melibas Gresik United (GU) 2-1, Freddy menegaskan, bahwa Copa Indonesia hanya sasaran antara saja. Fokus utama Persebaya adalah juara kompetisi Divisi Utama PSSI untuk menuju Liga Super 2009. Sementara setelah tampil di Copa Indonesia, Minggu (23/11), para pemain Persebaya langsung diliburkan selama 3 hari. Bejo dkk akan memulai latihan lagi pada Rabu (26/11) pagi untuk persiapan lawan GU di leg kedua, Minggu (30/11). “Ya, anak-anak kita liburkan agar recovery mereka cukup,”ujarnya. (be) Foto: Jawapos

Baca selengkapnya....

Undangan Khitan Gratis

⊆ 11:56 by admin | , . | ˜ 0 comments »

Pada tanggal 25 Desember 2008, bertepatan dengan hari ulang tahun H Saleh Ismail Mukadar SH akan diselenggarakan kegiatan sosial berupa khitanan gratis bagi anak-anak yang keluarganya tidak mampu mengkhitankan sendiri. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, untuk agenda rutin Saleh Mukadar itu, tahun ini akan mengkhitankan 100 anak.

Khitan gratis akan dilangsungkan pada 25 Desember 2008, mulai pukul 07.00 WIB bertempat di rumah Saleh Mukadar di Jl Pogot VIII No 15 Kec Kenjeran Surabaya. Untuk informasi dan pendafatran bisa menghubungi Sdr Syarief Tualeka dengan no telp 081553411552 atau via email salehmukadar@gmail.com.

Terima kasih
Admin

Baca selengkapnya....

Pemerintah Tak Boleh Ikut Campur

⊆ 17:01 by admin | , , . | ˜ 0 comments »

SURABAYA-JAWAPOS - Sepak bola tengah terjerat krisis finansial. Karena itu, harus segera ditemukan solusi untuk memperbaiki iklim sepak bola yang semakin terpuruk. Latar belakang itulah yang membuat Pengcab PSSI Surabaya/Persebaya mengadakan diskusi bertajuk "Menuju Persepakbolaan Profesional" di Rumah Makan Taman Sari kemarin sore (21/11).
Ada dua narasumber dalam diskusi tersebut. Yaitu, Ketua Umum Pengcab PSSI Surabaya/Persebaya Saleh Ismail Mukadar dan Direktur Regional Kantor Perdagangan Pemerintah Australia Barat di Indonesia Martin Newbery. Kabagpora Kota Surabaya Hari Setyo Widodo menjadi fasilitator pertemuan itu. Diskusi tersebut juga dihadiri sejumlah pengurus Pengcab PSSI Surabaya, asisten manajer Persebaya Saleh Hanifah, dan beberapa pengurus klub internal Persebaya.

Newbery diundang dalam diskusi itu untuk membagi pengalaman tentang pengelolaan sepak bola secara profesional di negaranya. "Hal terpenting adalah mencabut campur tangan pemerintah dari dunia sepak bola Indonesia," tegasnya. Namun, melihat kasus di Indonesia, pemerintah harus tampil dulu sebagai penggerak, baru kemudian menyerahkan kepada swasta. "Semua yang menggerakkan sepak bola harus swasta. Pemerintah tidak boleh ikut-ikut. Itu seperti yang terjadi di Australia," ujar Newbery.

Dia mengatakan, semua klub di A League (liga profesional Australia), seperti Perth Glory atau Sydney FC, didanai oleh investor dan sponsor. Karena itu, prestasi menjadi hal penting untuk menarik minat investor dan sponsor menanamkan uang kepada klub tertentu. "Kalau ada klub juara di Australia, perusahaan-perusahaan yang ingin menjadi sponsor harus antre karena banyak peminatnya," tutur pria yang lancar berbahasa Indonesia itu. Namun, untuk menjadi klub profesional, segala penunjangnya harus disiapkan. Di antaranya, budaya profesional dan perilaku profesional dari para pelakunya. Dia mengisahkan, di Australia, iklim profesional ditumbuhkan sejak dini.

Perilaku profesional seperti menghormati lawan dan wasit serta tidak bermain curang ditanamkan kepada anak berumur 5-6 tahun. Itu berbeda dengan pelatihan di Indonesia, rata-rata diberikan untuk anak usia 12-13 tahun. Padahal, pada usia tersebut, banyak pengaruh luar yang mereka terima. Menanamkan nilai-nilai itu harus dengan contoh. "Tidak boleh lagi berdebat dengan wasit atau bermain curang. Sebab, hal itu akan ditiru oleh anak-anak yang akan menjadi pemain," jelasnya.

Satu hal terpenting dari merevolusi sepak bola menjadi profesional adalah penggarapan serius aspek marketing. Sebab, marketing adalah nyawa dari tim profesional. Menurut dia, dengan marketing yang bagus, masyarakat akan tergerak untuk mewujudkan sepak bola profesional. "Marketing ini adalah sebuah proses untuk membangun optimisme di masyarakat agar mereka ikut berperan memajukan sepak bola," urainya.

Selain memberikan gambaran profesionalisme sepak bola, Newbery menawarkan bantuan dari pemerintah negara bagian Australia Barat untuk Persebaya. "Kami tidak punya uang sebanyak itu untuk memberangkatkan orang dari Surabaya ke Perth. Tapi, kalau Persebaya mau memberangkatkan orang ke sana, kami siap memberikan materi pelatihan gratis. Atau, kalau tim Persebaya mau melakukan pertandingan persahabatan melawan Perth Glory, kami siap menanggung konsumsi dan akomodasi selama di sana. Tapi, tiket pesawatnya ditanggung sendiri," terangnya. Dia berharap, kalau kerja sama antara Australia Barat dan Persebaya terlaksana, Persebaya bisa menjadi pionir sepak bola profesional di Indonesia.

Sementara itu, dalam diskusi itu, Saleh curhat tentang kondisi aktual Persebaya. Mantan ketua umum KONI Surabaya tersebut mengatakan, saat ini Persebaya tengah didera krisis finansial karena tak ada lagi dana APBD. "Tapi, sekarang kita harus melihat ke depan untuk menyelamatkan Persebaya. Harus dibangun fondasi pengelolaan Persebaya tanpa APBD," tegasnya.

Mantan manajer Persebaya itu menuturkan, langkah strategis yang akan ditempuh Persebaya adalah melakukan rasionalisasi gaji pemain. "Kalau tidak dilakukan rasionalisasi, Persebaya bisa kolaps," ucap Saleh. Dia berencana membentuk tim tengguh dengan bibit-bibit yang sudah disiapkan sejak dini dari serangkaian kompetisi di level Pengcab PSSI Surabaya. (nar/ko) Sumber : Jawapos

Baca selengkapnya....

Diatas Rp 100 juta, Kontrak Terancam Pangkas

⊆ 16:51 by admin | , , . | ˜ 0 comments »

Surabaya - Surya-Badai krisis finansial yang menghantam Persebaya, membuat pengurus dan manajemen Bajul Ijo segera melakukan rasionalisasi dengan memangkas kontrak pemain. Yang dipangkas, kontrak pemain yang nilainya diatas Rp 100 juta. Ini ada 23 pemain. Ketua Umum Persebaya, Saleh Ismail Mukadar yang ditemui usai diskusi Menuju Persepakbolaan Profesional yang digelar Bagian Pemuda dan Olahraga (Bagpora), Jumat (21/11) menjelaskan, rasionalisasi kontrak merupakan harga mati. Dalihnya, jika hal tersebut tidak dilakukan, maka persepak bolaan di Indonesia -khususnya Persebaya-bakal hancur.

“Saya sudah perintahkan ke manajemen untuk segera melakukan rasionalisasi. Saya dan manajemen sudah melakukan pembicaraan dengan pemain dan mereka (pemain) akhirnya mengerti dengan krisis finansial yang dialamai hampir semua klub sepak bola di Indonesia,” ucap Saleh, Jumat (21/11).

Ketua Komisi E DPRD Jatim ini menerangkan, besarnya rasionalisasi kontrak antara nol sampai 29 persen. Artinya, ada pemain yang tidak terkena rasionalisasi dan itu berlaku bagi pemain yang nilai kontraknya dibawah Rp 100 juta. Sedang bagi pemain yang kontraknya diatas Rp 100 juta akan dikenai rasionalisasi “Berapa persen besarnya rasionalisasi kontrak masing-masing pemain, nanti ditentukan berdasarkan kinerja dan kontribusi pemain terhadap tim. Soal ini, teknisnya dilakukan manajemen setelah melakukan pembicaraan dengan pemain,” aku Saleh.

Sesuai data kontrak pemain Persebaya yang tercatat di Badan Liga Sepak Bola Indonesia (BLI), ada 23 pemain yang nilai kontraknya diatas Rp 100 juta. Sisanya empat pemain dikontrak dibawah Rp 100 juta, yakni Sofi Hermawan Rp 60 juta, Wimba Sutan, Erfan Hidayatullah dan Andik Vermansyah masing-masing dikontrak Rp 40 juta.

Saleh menjamin, rasionalisasi atas kontrak Bejo Sugiantoro dkk tidak seperti yang dilakukan manajemen Persik Kediri yang langsung memotong 60 persen kontrak pemain atau Deltras Sidoarjo yang memutus kontrak pemain. Pengurus akan melakukan kebijakan terbaik dan tidak separah klub lain. “Misalnya, kontrak Bejo Sugiantoro Rp 550 juta, lalu dirasionalisasi alias dikurangi sebesar 22 persen. Maka, masih ada sisa Rp 430 juta,” terang Saleh.

Asisten Manajer Persebaya, Saleh Hanifah, secara terpisah menuturkan, rencana manajemen melakukan pembicaraan soal nilai rasionalisasi dengan pemain bakal dilakukan mulai pekan depan. “Secepatnya akan dilakukan, kemungkinan setelah 23 November. Pemain cukup memahami dengan kondisi krisis finansial,” tutur mantan Kabid Pembinaan Persebaya ini.

Awalnya skuad Persebaya menolak ketika pengurus mengambil kebijakan melakukan rasionalisasi atas kontrak. Setelah dilakukan pembicaraan dan dijelaskan dengan kondisi keuangan yang ada di Persebaya, pemain akhirnya menyetujui kebijakan tersebut. “Saya pasrah, kenyataannya klub memang dilanda krisis keuangan. Mau bagaimana lagi. Semua klub saat ini mengalami kesulitan keuangan,” tutur salah satu pemain Persebaya yang menolak disebut namanya. (fat) Sumber: Harian SURYA

Baca selengkapnya....

Tukang Batu Wanita Andalan Keluarga

⊆ 14:05 by admin | . | ˜ 0 comments »

Surabaya-Marsiyah adalah satu-satunya tukang batu perempuan di Bulak Banteng Kidul Surabaya. Namun perempuan cekatan ini justru tewas saat membangun rumah tetangganya.

Perjuangan hidup Marsiyah, 40, warga Bulak Banteng Kidul Gang V RT 2 RW 4 Kelurahan Sidotopo Wetan, Kenjeran Surabaya untuk menanggung beban keluarganya harus dibayar mahal. Satu-satunya tukang batu perempuan di wilayah Bulak Banteng Kidul ini tewas akibat terjatuh dari andhang (kerangka kayu untuk pijakan) setinggi 5 meter.

Peristiwa tragis itu terjadi ketika Marsiyah membangun rumah Anis Siswanto,47, warga Bulak Banteng Kidul Gang IX, Kamis (13/11). Seperti biasa Marsiyah bersama beberapa kuli memulai pekerjaannya pukul 07.00 WIB. M Romli, 27, salah satu kuli mengaku tidak ada yang aneh saat mereka mulai bekerja.
Pagi itu mereka sedang menyelesaikan pembuatan tembok yang sudah mencapai lebih dari empat meter. Seperti hari-hari sebelumnya Marsiyah lah yang bertugas menyusun bata itu. Cuma, sekarang lebih tinggi. Karena itu ia berdiri di atas andhang kira-kira setinggi 4 meter.

“Tugas saya di bawah membuat adonan semen dan mengoper bata-bata ke atas. Sedangkan Bu Marsiyah di atas menyusun bata di andhangnya untuk dibuat tembok,” terang M Romli, Kamis siang. Tanpa mereka sadari, susunan bata sudah terlalu banyak dan terlalu berat bagi andhang tempat Marsiyah berdiri. Sekitar pukul 09.30 WIB, M Romli mendengar suara berderik dari andhang bambu itu. Hanya dalam hitungan detik andhang itu patah dan tubuh Marsiyah terpelanting. Kepalanya yang pertama membentur jalan.

“Rupanya ada bagian andhang yang patah karena terlalu berat muatannya. Bu Marsiyah kaget sehingga tidak seimbang dan tubuhnya langsung jatuh,” terang M Romli dengan suara tertahan.

Tahu bosnya sekarat, Romli dan kuli lainnya menggotong Marsiyah ke tempat teduh untuk diistirahatkan. “Kami sempat memberinya minum sambil menunggu keluarganya,” kata Romli. Belum sempat dilarikan ke rumah sakit, jiwa ibu tiga anak ini tidak tertolong. Oleh keluaraganya jenazah Marsiyah langsung dibawa pulang.

Kematian Marsiyah mengundang iba warga sekitar. Bagaimana tidak, perempuan bertubuh kurus ini menjadi tulang punggung keluarganya. Meski ketiga anaknya (Santi, Mariyam dan Arifin) sudah berkeluarga, namun kondisi keluarganya juga serba pas-pasan. Mereka bekerja sebagai pedagang kaki lima dan masih tinggal bersama Marsiyah di rumah kontrakan ukuran 4x8 meter.

Tak pelak, penghasilan Marsiyah yang Rp 50.000/hari menjadi sangat penting bagi keluarga itu. Marsiyah yang sudah 15 tahun menjadi tukang batu ini juga masih menanggung hidup ibunya, Mali, 75 tahun.

Surya, 26, tetangga mengaku kagum pada Marsiyah. Sejak bercerai 10 tahun lalu dia yang menjadi tumpuan keluarga. Ia sudah menjadi tukang batu sebelum bercerai. “Saat itu anak-anaknya masih kecil. Jadi dia yang menghidupi keluarganya,” kata Surya.

M Romli, yang tujuh tahun bekerja bersama Marsiyah berujar sama. Selama menjadi anak buahnya, Romli tidak sekalipun bersitegang dengan Marsiyah. Bahkan Romli cukup enjoy karena pekerjaan terus mengalir. “Biar dia perempuan, hasil kerjanya tak kalah dengan tukang laki-laki. Banyak orang yang memintanya. Jadi saya bisa dapat kerja juga,” kata Romli.

Karena kualitas pekerjaannya, Marsiyah sangat dikenal di kawasan itu. Tak mengherankan kalau banyak warga Bulak Banteng Kidul yang mempercayakan pembangunan atau renovasi rumahnya pada Marsiyah. Dengan begitu ia dan para kulinya nyaris tidak pernah libur, karena pesanan terus datang.

Perasaan iba juga dirasakan Mat Mochtar, Ketua RW 4 Kelurahan Bulak Banteng Kidul, Sidotopo. Mengetahui warganya tewas, Mochtar langsung menghubungi kelurahan dan kecamatan melaporkan kejadian tersebut. Tidak menunggu lama, lurah dan camat Kenjeran langsung datang ke rumah Marsiyah memberikan santunan. Bahkan Ketua Komisi E DPRD Jatim Saleh Mukadar juga memberi santunan.

“Mudah-mudahan dia mati sahid karena meninggal saat bekerja untuk menghidupi keluarganya. Dialah Srikandi bagi keluarganya,” kata Mochtar. Mochtar memastikan keluarga sudah ikhlas dengan kepergian Marsiyah. Meski demikian, dia berharap pemilik rumah tempatnya bekerja mau memberikan santunan yang cukup untuk keluarga yang ditinggalkan. “Kasihan sekali mereka. Bagaimana nasibnya setelah ditinggal Bu Marsiyah,” kata Mochtar. /Musahadah (Sumber Harian SURYA)

Baca selengkapnya....

Musdalub, Demokrat Gaet Imam Utomo dan Soekarwo

⊆ 13:36 by admin | , . | ˜ 0 comments »

[ Jum'at, 21 November 2008 ]
SURABAYA- DPD Partai Demokrat (PD) Jatim kemarin (20/11) mengadakan musyawarah daerah luar biasa (musdalub). Beberapa keputusan menarik diambil dalam agenda yang berlangsung di Hotel Bumi Surabaya itu. Salah satunya adalah penetapan Sunardhi sebagai ketua definitif DPD PD Jatim. Sebelumnya, Sunardhi berstatus Plt (pelaksana tugas) sementara setelah DPP PD membekukan kepengurusan hasil Musda (Musyawarah Daerah) PD Jatim yang kala itu dimenangkan Abdul Hamid.

Sunardhi terpilih setelah seluruh pengurus cabang dan DPD partai yang didirikan presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu menetapkan Sunardhi secara aklamasi. Dengan demikian, dia akan memimpin PD Jatim sampai 2011. "Setelah ini, kami akan segera menyusun kepengurusan definitif. Paling lambat dua minggu lagi susunan sudah bisa diketahui," ujar Sunardhi setelah rapat selesai.

Sunardhi mengatakan, saat ini dirinya bersama beberapa pengurus telah membentuk tim formatur untuk penyusunan kepengurusan. Setidaknya, ada beberapa rencana menarik yang dia siapkan. Salah satunya, rencana PD memasukkan tiga nama tokoh yang sudah cukup dikenal publik Jatim. Yakni, Soekarwo (cagub Jatim), Imam Utomo (mantan gubernur Jatim), dan Arif Afandi (wakil wali kota Surabaya).

Untuk Imam Utomo, DPD PD Jatim menawari posisi kepada mantan Pangdam V/Brawijaya itu dalam struktur dewan pakar. "Kami anggap, beliau punya wawasan luas untuk membesarkan partai. Makanya, kami menawarkan agar beliau masuk di sana," tutur Sunardhi.

Sedangkan Soekarwo diplot DPD PD Jatim untuk mengisi posisi di struktural majelis pertimbangan daerah (MPD). Selanjutnya, Arif Afandi "ditawari" untuk duduk di kursi wakil ketua (bidang informasi dan komunikasi). Sumber: Jawa Pos

Baca selengkapnya....