Dialog Ketua Umum dan Ketua Umum
⊆ 12:44 by admin | NEWS , OLAHRAGA , PERSEBAYA . | ˜ 0 comments »
Guna mencari solusi terbaik buat Persebaya, selain mengajak rekan-rekan wartawan berdiskusi, H Saleh Ismail Mukadar SH selaku Ketua Umum Persebaya juga mencari masukkan dari berbagai pihak. Masukan berharga datang dari Dahlan Iskan (CEO Jawa Pos) yang menjadi Ketua Umum Persebaya periode 2002-2003. Uniknya diskusi dilakukan dengan memanfaatkan teknologi informatika, yaitu email. Berikut petikannya:
Email Pertama Saleh Mukadar:
yth; Pak.Dahlan,
Assalamualaikum Wr.Wb.
Setelah berdiskusi dengan Mr Martin Newberry dari Australia, tentang Persebaya, juga membaca tulisan dan pikiran2 pak Dahlan tentang Persebaya, saya berkesimpulan bahwa untuk menjadi Klub Profesional Persebaya harus dikelola dengan orientasi bisnis murni dan lepas dari bayang2 pemkot atau siapapun dibalik itu.
Agar Klub ini menarik minat investor selain harus melepaskan diri dari campur tangan pemkot, kami juga telah mencoba menyeimbangkan neraca keuangan Persebaya dengan melakukan rasionalisasi terhadap gaji dan kontrak pemain,sehinggga biasanya setiap bulan kita mengeluarkan Rp.663 juta untuk gaji mereka, Insya Allah dengan rasionalisasi kita bisa memangkas sampai dengan Rp.310 juta,-perbulan
Dengan kondisi seperti itu, saya yakin apabila sumber2 pemasukan lain seperti; tiket, sponsor, marchindise, Akademi Persebaya, media, fasilitas penginapan untuk team2 tamu, fasilitas olahraga futsal dll dapt diadakan dan dioptimalkan prospek bisnis Persebaya akan benar2 menjanjikan.
Masalahnya apakah masyarakat Surabaya tidak bereaksi negatif kalau seluruh kepemilikan saham Persebaya minus dua puluh prosen milik Klub kita jual semuanya kepada swasta ? jika boleh apakah harus investor lokal (Surabaya) ataukah dapat kami tawarkan pada investor lain diluar Surabaya ?
Saya berharap bapak dapat memberi arahan dan saran agar kami dapat benar2 menjadikan Persebaya sebuah Klub Profesional sekaligus dengan prestasi yang terus meningkat, dan kalau diperkenankan saya mohon waktu bapak untuk bisa berdiskusi tentang masa depan Persebaya.
Akhirnya atas perhatian dan bantuan arahan bapak kami sampaikan terima kasih '
wassalam,
Hormat kami,
Saleh Ismail Mukadar
Email Pertama Dahkan Iskan :
salam,
wah saya kaget dapat email ini. maaf agak lambat membalas karena selama 2 hari praktis terus di atas pesawat. saya kagum pada anda soal persebaya. apalagi masih berkomitmen untuk memikirkan dengan sungguh-sungguh masa depannya.
saya agak gamang dengan beberapa pertimbangan:
1. iklim sepakbola nasional belum memungkinkan untuk terjadinya profesionalitas. jkalau hanya satu klub yang profesional, akan tenggelam oleh iklim nasional. saya tahu anda juga sependapat soal ini, bahkan anda pernah mau mendobraknya.
2. dalam keadaan negara seperti ini (kira-kira diapa-apakan sepakbola belum akan bisa maju dalam 5 tahun ke depan).
3. format pengorganisasian model PSSI juga tidak memungkinkan sepakbola maju secara fondamental (kalau toh mau, itu hanya sesaat lalu pada kurun berikutnya mundur lagi, maju lagi dan seterusnya).
4. tapi suasana seperti itu juga membuat keterikatan supporter dengan persebaya tidak akan sekental dulu. Artinya, supporter sekarang juga sudah lebih realistis bahwa Persebaya tidak bisa dikelola model lama lagi. sikap klub-klub saya lihat juagh sudah berubah. seberapa perubahan itu, anda lebih tahu. artinya, apakah benar-benar sudah busa menerima sepenuhnya perubahan? atau masih akan mbalik-kucing kalau ada yang memprovokasi? anda lebih tahu.
5. begitu persbeya sudah ditangan investor, pada dasarnya tidak bisa lagi dipersoalkan investor lokal atau luar daerah. begitu ide investor itu diterima, sudah harus dlupakan soal itu. hanya sjaa, untuk transisi, agar kelihatan bijaksana, mungkin untuk beberapa waktu lokal itu.
6. tapi dalam suasana seperti sekarang, cari investor juga tidak mudah. investor harus diberi tahu bahwa jangan mengharap yang mukluk2 dalam lima tahun ke depan. kalau investor over ekspektasi, nanti bisa kecewa dan dalam tiga tahun bikin ribut.
7. saya pribadi setuju di PT kan. tapi saya kan tidak punya legitimasi untuk setuju atau tidak setuju.
8. saya hanya kagum bahwa anda mau memikirkan ini. perubahan besar pasti akan membawa gejolak. tapi kalau takut gejolak, perubaha tidak akan pernah terjadi.
salam, maaf tidak memuaskan.
dis
Email Kedua Saleh Mukadar:
Assalamualaikum Wr,Wb.
Terima kasih atas perhatian dan sumbang sarannya,memamg semua yang bapak sampaikan adalah perseolan riil yang kita hadap hari ini,tapi suka atau tidak suka inilah tanggung jawab yang harus kita selesaikan,dan saya sangat ingin dapat meninggalkan Persebaya sebagaimana saya meninggalkan KONI Surabaya dalam kondisi sistem dan manajemn organisasi telah tertata dengan baik.
Saya melihat bahwa salah satu faktor rusaknya sendi2 bangsa kita termasuk pengelolaan sepak bola secara nasional adalah karena tidak adanya sikap tanggung jawab dari individu2 yang kemudian membawa organisasi pada kondisi2
yang memberikan keuntungan kepada mereka secara pribadi maupun golongan. Saya yakin sekalipun iklim sepak bola nasional seperti yang dikatakan pak.Dahlan Persebaya pasti bisa Profesional kalau bisa kita lepaskan dari
bayang2 pemkot dan kepentingan2 politik sesaat, dan untuk memandirikan Persebaya seperti itu saya membutuhkan dukungan semua pihak di Surabaya terutama pak Dahlan yang Insya Alllah suaranya masih di dengar oleh para
pemilik klub.
Wasssalam,
Saleh Ismail MUkadar.
Email Kedua Dahlan Iskan :
saya dukung penuh setiap ide yang berdasarkan akal sehat seperti ide anda ini. maju terus.
oh ya soal rasionalisasi gaji pemain itu, apa tidak mungkin dikembangkan menjadi kesepakatan ansional? agar ada pembatasan gaji etrtinggi?
dis
Email Ketiga Saleh Mukadar :
saya telah berkali kali meminta mereka agar mengumpulkan semua klub untuk menyepakti rasionalisasi secara nasional tetapi nampaknya semangat mereka dan kita berbeda karena kalau rasionalisasi benar benar dilakukan banyak klub pada kota2 kecil dan potensi yang terbatas pasti akan berguguran yang bisa bertahan hanya klub di kota2 besar dengan stadiun yang memadai dan jumlah penonton yang besar,dan satu hal yang mereka takutkan kehilangan klub berarti kehilangan tambahan pendapatan semakin profesional berarti juga semakin berkurang pendapatan,ya begitulah nasib kita suka tidak suka kita berada dan bahkan dibawah pengaturan mereka.
Andai saya punya power sebesar pak.Dahlan saya akan mengambil tanggung jawab tsb dari mereka (PSSI) dan membawanya pada jalur yang benar sebagai wujud syukur pada anugrah kehidupan yang telah diberikan Tuhan kepada Saya.
Terima kasih dukungan bapak dan dengan dukungan tsb saya lebih mantap untuk melangkah menjadikan Persebaya lebih mandiri dan Profesional.
0 Responses to Dialog Ketua Umum dan Ketua Umum
= Ada Komentar?