Mengapa UMK Surabaya Rendah?
⊆ 15:34 by admin | KOMISI E , NEWS . | ˜ 0 comments »
Gubernur Jatim diharapkan melakukan intervensi dalam kapasitasnya sebagai pejabat tertinggi di propinsi yang menerima wewenang sesuai UU 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan atas pemberlakuan UMK Jawa Timur yang di sejumlah kota kurang pas. Permintaan tersebut disampaikan Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur, H Saleh Imail Mukadar SH yang beberapa waktu lalu mendampingi DPC KSPSI Kota Surabaya audiensi dengan Pj Gubernur Jatim Setia Purwaka di kantornya.
Menurut Saleh, dalam pertemuan tersebut terungkap sejumlah 'kejanggalan' hasil survei Kebutuhan Hidup Layak (KHL) yang dilakukan di Kabupaten Gresik, Sidoarjo dan Pasuruan, yang membuat UMK ketiga kota tersebut plus Kabupaten Mojokerto dan Kabupaten Malang tahun ini lebih tinggi dibandingkan UMK Kota Surabaya. UMK 2009 Gresik dan Mojokerto sama-sama Rp 971.624, sedangkan UMK Surabaya hanya Rp 948.500. "Kalau acuannya survei KHL maka pasti ada yang salah pada surveinya. Yang di Surabaya itu disurvei terlalu murah atau malah yang di Gresik dan sekitarbnya terlalu mahal," kata Saleh. "Jadi menurut saya pertanyaannya bukan mengapa UMK Surabaya rendah, tetapi yang benar adalah mengapa UMK di Gresik dan Mojokerto bisa tiggi?"
Menurut Saleh, ternyata dari data rekapitulasi hasil survei Disnaker Kota Surabaya, ada sejumlah item komponen yang menunjukkan selisih harga hasil survei sangat tinggi / mencolok. Ini yang kemudian membuat KHL di Gresik, Mojokerto, Sidoarjo dan Pasuruan menjadi tinggi. Satu misal pada bidang Makanan dan Minuman, harga item komponen Kacang-kacangan (tahu / tempe) 4,5kg, jika di Surabaya harganya hanya Rp 25.250,- sedang di Gresik tercatat Rp 31.285,67. Untuk Susu Bubuk 0,9kg di Gresik tercatat Rp 60.375,- maka di Surabaya hanya Rp 54.875,-. Harga survei gula pasir, minyak goreng dan teh juga lebih mahal di Gresik dibandingkan Surabaya.
Lalu pada bidang Sandang, perbedaan menyolok pada item komponen Kemeja lengan pendek/blus,jika di Surbaya ntul 6/12 potong harganya Rp 17.055,56 maka di Gresik mencapai Rp 23.750,-. Harga survei celana panjang / rok, kaos oblong / BH, sarung / kain panjang, sepatu, sandal jenpit semuanya lebih mahal Gresik dibandingkan Surabaya. "Untuk urusan Sandang yang lebih murah di Gresik dibanding Surabaya adalah perlengkapan ibadah. Ini wajar karena industri perlengkapan ibadah pusatnya ya di Gresik," papar Saleh.
Saleh maklum jika harga-harga tersebut mengikuti mekanisme pasar, namun yang seharusnya memunculan angka yang saa adalah pada item komponen akan barag-barang kebutuhan yang disubsidi pemerintah, seperti mintak tanah, listrik, air bersih. "Apa mungkin hasil survei berbeda jika kita menghitung harga listrik di Surabaya dan Gresik? Minyak tanah juga harusnya sama, juga air PDAM," kata Saleh.
Sebab ketiga komponen tersebut jika digabung membuat hasi survei di Gresik menjadi kota mahal. Minyak tanah (Surabaya Rp 35.000,- Gresik Rp 52.000,_), Listrik (Surabaya Rp 10.750,- Gresik Rp 22.486,-) dan Air bersih (Surabaya Rp 6.640,- Gresik Rp 16.750,_). "Atas dasar data tersebut, saya yakin hasil survei beberapa kota sengaja dibuat mahal. Maka menjadi tugas gubernur untuk memperbaikinya," tandas Saleh yang beharap, dengan bersumber pada perbandingan hasil survei tersebut, gubernur membuat keputusan yang adil dan bijak. "Misalnya memerintahkan agar dilakukan survei ulang." (sak)
0 Responses to Mengapa UMK Surabaya Rendah?
= Ada Komentar?