Kamis, Saleh Temui Pemain

⊆ 14:41 by admin | , , . | ˜ 0 comments »

Konflik internal Persebaya, terkait rencana pemberlakuan rasionlisasi kontrak/gaji pemain, tampaknya segera berakhir. Ini setelah Ketua Umum Persebaya Saleh Ismail Mukadar yang didampingi Ketua Harian Cholid Ghoromah melakukan pertemuan tertutup dengan pelatih Freddy Muli di kediamannya, Selasa (2/12) siang. Pada pertemuan yang tak dihadiri manajer tim Indah Kurnia itu dihasilkan keputusan penting. Saleh Mukadar akan menemui pemain dan tim pelatih di Wisma Persebaya, Kamis (4/12) siang pkl 12.00 WIB. “Agar persoalan ini tak berlarut-larut saya akan menemui pemain dan tim pelatih Kamis (4/12), sekalian makan siang,” ujar Saleh usai bertemu dengan Freddy.

Pada kesempatan itu, Saleh akan menjelaskan soal rencana manajemen Persebaya memberlakukan rasionalisasi. Hal ini agar 27 pemain yang dikontrak Persebaya paham benar apa yang dimaksudkan manajemen. Sebenarnya yang punya wewenang menjelaskan ke pemain adalah pihak manajemen, dalam hal ini adalah manajer tim Indah Kurnia. Kenapa demikian? Karena Saleh Mukadar telah mendelegasikan wewenang kepada Indah Kurnia untuk menangani tim, termasuk menyelesaikan masalah jika tim itu ada persoalan (rasionalisasi).

Faktanya, manajemen tak mampu menyelesaikan, bahkan malah terkesan melemparkan tanggungjawab kepada pengurus. Ini jelas, ada yang tak beres. “Bu Indah masih kita beri kepercayaan sekali lagi untuk menyelesaikan persoalan rasionalisasi. Jika tak mampu, kita bisa saja mencari yang lain,”tandas Saleh bergurau.

Dalam pertemuan kemarin, Saleh Mukadar mencoba membeberkan soal rasionalisasi kepada Freddy. Menurut Saleh, rasionalisasi sudah jadi fenomena klub-klub di Indonesia, termasuk Persebaya. Dan, ii tak bisa dihindari lagi. Sebab, jika pemain ngotot menolak, maka Persebaya akan gulung tikar. Karena itu, manajemen mencoba menyeimbangkan neraca keuangan Persebaya dengan melakukan rasionalisai terhadap gaji dan kontrak pemain, sehingga biasanya setiap bulan Persebaya mengeluarkan Rp 663 juta untuk gaji pemain, maka dengan rasionalisasi bisa memangkas sampai Rp 310 juta/bulan.

Dengan kondisi seperti itu, Saleh yakin neraca keuangan akan berimbang dan bisa menarik investor. Bahkan, sumber-sumber pemasukan lain, seperti tiket, sponsor, marchindise, Akademi Persebaya, media, fasilitas penginapan untuk tim-tim tamu, fasilitas olahraga futsal dll, dapat diadakan dan dioptimalkan, sehingga prospek bisnis Persebaya akan benar-benar menjanjikan. “Jika pemain ngotot, bisa saja Persebaya menjual semua asetnya, tapi dua bulan kemudian akan mati. Ini jelas tak diinginkan dan akan merugikan semua. Karena itu, jalan satu-satunya adalah rasionalisasi. Memang menderita, tapi kalau mau baik ya harus begitu,” tegasnya, seraya menambahkan jika rasionalisasi itu tak bisa dilakukan di Rembang atau Kudus yang tiap laga home-nya hanya menghasilkan Rp 20 juta.

Terpisah, Freddy Muli mengaku, jika dirinya diundang Saleh Mukadar untuk diskusi soal rencana rasionalisasi. ”Sebenarnya tak ada apa-apa. Selama ini hanya miss komunikasi saja. Karena itu, Kamis (4/12) nanti coba akan dibicarakan,” jelasnya. Freddy sendiri secara pribadi kelihatan susah untuk mengiyakan atau menolak rasionalisasi itu, sebab itu menyangkut pendapatan pemain, dimana ada yang kredit rumah, mobil dll. “Ya, mudah-mudahan saja pertemuan nanti ada solusi terbaik dan memuaskan semua pihak,” imbuhnya. (be)

0 Responses to Kamis, Saleh Temui Pemain

= Ada Komentar?