Lego Tujuh Pemain, Pelatih Hengkang
⊆ 19:36 by admin | NEWS , OLAHRAGA , PERSEBAYA . | ˜ 0 comments »
Surabaya - Rasionalisasi batal dilaksanakan Persebaya. Hanya saja, untuk meringankan beban klub, manajemen akan mendepak tujuh pemain. Sayang, tidak ada bocoran siapa yang akan angkat koper dari Bajul Ijo. Ketua Harian Persebaya, Cholid Goromah yang ditemui di Mess, Kamis (11/12/2008) mengungkapkan, dirinya sudah mengantongi nama-nama yang akan dilego.
Sayang dia enggan untuk menyebutkan namanya. Namun berjanji akan mencarikan klub baru bagi tujuh pemain itu. Tak hanya itu, tanpa ada tujuh pemain itu, pengurus menjamin kans Persebaya lolos superliga masih aman. "Kita sebenarnya sudah punya nama, tapi gak etis kalau kita sebutkan sekarang. Tapi kita janji tujuh pemain itu akan kita carikan klub baru. Lagi pula, tanpa tujuh pemain itu Persebaya akan lolos superliga kok," tandasnya.
Cholid mengaku sudah mengadakan rapat dengan dengan manajemen dan koordinasi dengan Ketua Umum H Saleh Ismail Mukadar SH. Cholid menambahkan, langkah ini dilakukan karena opsi pemain yang meminta rasionalisasi dilakukan dnegan nilai 0-5 persen sangat tidak rasional, sementara yang ditawarkan Persebaya ditolak pemain. Untuk itu, demi menghemat pengeluaran Persebaya, akhirnya diputuskan tidak ada rasionalisasi. Namun akan ada tujuh pemain yang harus angkat kaki dari Persebaya.
"Setelah kita pertimbangkan, dengan sangat terpaksa akhirnya kita ambil keputusan sepihak. Untuk itu kita putuskan tidak akan melakukan rasonalisasi, hanya ada rasionalisasi pemain, tujuh pemain akan kita lego ke tim lain. Kami terpaksa, supaya keuangan Persebaya aman," tegas Cholid didepan wartawan.
Dia juga optimis kalau keputusan ini akan diterima pemain. Pasalnya yang diinginkan pemain yakni tidak ada rasionalisasi sudah dikabulkan pengurus. "Saya 100 persen optimis opsi ini akan disetujui pemain. Karena ini kan kita tidak melakukan rasionalisasi. Kalau ini sudah dilakukan, terus alasan mereka selanjutnya apa," tambahnya.
Freddy Muli Hengkang
Sementara manajer Persebaya Indah Kurnia mengaku tidak bisa menahan laju Freddy Muli meninggalkan klub per 21 Desember mendatang. Sebab nilai perpanjangan kontrak yang diajukan Freddy dinilai terlalu besar. Indah yang ditemui di Mess Persebaya mengaku sudah berusaha merayu Freddy agar tetap bertahan di Bajul Ijo. Namun menurutnya, Freddy sepertinya enggan menyanggupi iktikad baik manajemen tersebut. "Saya sudah bicara khusus dengannya Selasa kemarin. Saya bahkan berusaha untuk merayunya, tapi gagal. Dari perkataan beliau mengindikasikan kalau dirinya sudah tidak berkenan lagi bergabung dengan kita," ungkap Indah.
Indah menambahkan, dirinya pernah berbicara dengan Freddy tentang kontraknya. Kala itu Freddy mengaku setuju ketika dia menyodorkan opsi setelah kontraknya habis per 21 Desember 2008, Freddy akan mendapatkan gaji hingga akhir musim. Manajemen bahkan sudah membuatkan adendum yang berisi kesepakatan itu. Namun Freddy menolaknya. "Dulu kita sempat bicara, dan dia OK kalau setelah habis Desember, dia akan mendapat gaji rutin hingga kompetisi selesai. Manajemen pun sudah membuat adendum mengenai hal itu. Tapi ketika kita sodorkan, Freddy menolaknya," tambahnya.
Menurutnya, yang menjadi persoalan adalah, keinginan Freddy yang meminta perpanjangan kontrak berdurasi setengah musim denagn nilai sekitar Rp 650 juta membuat manajemen angkat tangan. "Selain minta sisa tiga bulan gajinya kita bayar, dia juga minta perpanjangan kontrak untuk setengah musim. Lha nilainya itu minimal seperti kontrak awal, tentu ini berat buat kita," tandas Indah.
Ketika ditanya siapa yang akan menggantikan Freddy jika benar dia angkat koper dari mess Persebaya, Indah tidak bisa menjawab. Menurutnya ia tidak memikirkan pergantian pelatih. Dilain pihak, Ketua Harian, Cholid Goromah menjelaskan akan memaksimalkan pelatih yang ada. "Untuk pelatih, kita maksimalkan yang ada saja," katanya singkat.[sya]
0 Responses to Lego Tujuh Pemain, Pelatih Hengkang
= Ada Komentar?