Hindari Konflik Internal
⊆ 12:50 by admin | NEWS , PARTAI , POLITIK . | ˜ 0 comments »
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya H Saleh Ismail Mukadar SH prihatinan atas kondisi internal partai berlambang kepala banteng itu. Sejak adanya pencalegan anggota legislatif, yang terjadi justru ancaman perpecahan. "Kita membangun partai ini dengan cucuran keringat dan air mata, kita bekerja siang dan malam bertahun-tahun untuk kebesaran dan keutuhan PDI Perjuangan Surabaya, tapi sekarang yang terjadi malah adanya ancaman internal yang membuat partai tidak solid lagi," kata Saleh Mukadar.
Pernyataan prihatin itu disampaikan dihadapan puluhan relawan khusus calon anggota legislatif (caleg) DPRD Kota Surabaya Dapil V beberapa waktu lalu. Menurut Saleh, kondisi PDI Perjuangan Kota Surabaya saat ini jauh berbeda saat proses pemilihan gubernur (Pilgub) Jatim masih berlangsung. Soliditas partai dan kekompakan pengurusnya berjalan dengan baik dan patut dibanggakan.
"Saat Pilgub kita begitu solidnya mendukung pasangan Sutjipto-Ridwan dan itu terjadi mulai jajaran struktural paling atas hingga grassroot. Alhamdulillah SR memenangkan Pilgub di Surabaya. Tapi kondisi solid itu berubah 180 derajat. Ketika masa-masa pencalegan berlangsung semuanya menjadi berantakan. Para caleg kini hanya memikirkan dirinya sendiri. Intrik dan firnah tersebar kemana-mana, saling menjatuhkan dan berpotensi terjadi konflik secara fisik. Saya prihatin dan sedih," ungkapnya.
Saat ini, ada beberapa caleg yang memiliki masing-masing relawan yang 'saling berhadapan' berebut daerah konstituen yang sama, masing-masing relawan memasang tanda gambar yang malah memicu terjadinya perselisihan, ada yang ngotot sosialisasi hanya tanda gambar dan nomor urut PDI Perjuangan 28 berhadapan dengan mereka yang mensosialisasikan nomor urut caleg. "Padahal untuk urusan pencalegan, partai sudah memiliki aturan main yang jelas dan jika caleg mematuhi aturan tersebut maka partai tetap akan solid dan bisa memenangkan pemilihan umum legislatif," papar Saleh.
Upaya untuk merapatkan barisan bukannya tidak dilakukan. Pada 30 Desember 2008 lalu dilangsungkan rapat koordinator cabang (Rakorcab) PDI Perjuangan Kota Surabaya, mengundang semua pengurus cabang, ketua sekretaris dan bendahara anak cabang (PAC) serta semua caleg PDI Perjuangan se-Surabaya. Rakorcab itu diharapkan menjadi titik awal merapatkan dan mensolidkan partai. "Saya ingin memberi pembekalan saat itu tapi Allah menghendaki lain, anak saya sakit dan harus operasi di Jakarta. Saya tidak bisa hadir tapi saya sudah minta tolong pada Pak Tjip dan Pak Bambang DH agar hadir dan memberi wejangan," paparnya.
Padahal, Saleh ingin menegaskan posisinya sebagai ketua partai akan berada pada posisi netral, tidak memberi dukungan lebih atau kurang pada caleg tertentu dan bahkan siap melakukan kampanye bagi caleg PDI Perjuangan yang akan berangkat ke DPRD Jatim seperti dirinya. "Ada Ibu Fanny, ada Pak Agung Sukomanunggal yang juga Caleg satu Dapil dengan saa, kalau diminta saya akan kampanyekan mereka. Bagi saya lebih baik saya tidak menjadi legislatif dari pada PDI Perjuangan pecah. Bahkan saya bersedia mundur, agar lebih banyak teman-teman yang menjadi legislatif. Tapi karena jabatan Ketua maka tidak memungkinkan untuk mundur. Saya tetap maju tapi saya tidak semata-mata kampanye bagi diri sendiri. Saya ingin yang menang adalah PDI Perjuangan," tegas Saleh. (sak)
0 Responses to Hindari Konflik Internal
= Ada Komentar?