Menunggang Usia
⊆ 01:54 by admin | KABAR POGOT . | ˜ 3 comments »
patut untuk direnungkan
(WAKTU NAFAS YANG TAK KAN KEMBALI...)
Manusia hanyalah pengendara di atas panggung usianya
Digulung hari demi hari, bulan dan tahun tanpa terasa nafasku terus berjalan
Setia menuntunku ke pintu kematian
Sebenarnya dunialah yang kujauhi dan liang kuburlah yang kudekati
Satu hari berlalu, berati satu hari berkurang umurku
Umurku yang tersisa di hari ini, sungguh tidak bernilai harganya,
sebab esok hari belum tentu jadi bagian dari diriku
Karena itu,
jika satu hari berlalu tapi tiada pahala dan keyakinanku yang bertambah,
apalah arti hidupku dimata Manusia dan terutama dihadapan Allah SWT
Renungan untuk semua yang masih menunggang nafasnya
dan terutama untuk istriku tercinta yang berulang tahun ke-38 hari ini
Surabaya, 11-11-08
Bait-bait kalimat diatas adalah rangkaian kata yang disusun secara khusus oleh Saleh Mukadar menjadi puisi indah bermakna luas. Puisi itu dibuat 10 Nopember 2008 pagi, tepat sehari menjelang ulang tahun Hj Noermilawati. Istri tercintanya yang pada 11 Nopember 2008 genap berusia 38 tahun. Namun keindahan puisi tersebut juga dia sampaikan kepada siapa saja yang masih hidup. Alias menungang usianya atau nafasnya.
Ulang tahun menurut Saleh kerap dimaknai dengan makin bertambahnya umur. Padahal sebenarnya umur seorang manusia ketika dia berulang tahun justru akan semakin berkurang. "Dengan umur yang semakin berkurang, kita malah menjauhi dunia dan itu artinya makin mendekat kepada liang kubur alias kematian," kata Saleh.
Karenanyalah disetiap tarikan dan hembusan nafas, kita harus senantiasa melihat diri kita sendiri. Apa yang sudah dan akan kita lakukan? Apakah kita sudah melakukan perbuatan baik secara ikhlas, ataukah kita sudah menebalkan iman dan takwa terhadap Allah SWT? Apakah kita akan senantiasa berjalan pada rel yang telah disiapkan Allah buat manuia?
Sebab, kita tidak akan pernah tahu apakah besok kita masih bisa menarik dan menghembuskan nafas secara teratur. "Jika kita hidup semata-mata karena Allah maka Insya Allah hidup kita memiliki arti dimata manusia dan dihadapan Allah," paparnya. (sak)
November 15, 2008 at 4:08 PM puisi indah nan realis. titip juga salam selamat ulang tahun, semoga kuat mendampingi abang. kebetulan, tanggal ultahnya sama dengan anak keduaku, 11 november.
November 15, 2008 at 4:09 PM omong-omong, itu foto waktu usia berapa bang?
November 16, 2008 at 5:00 AM terima kasih ucapannya.Itu foto diriku ketika menjadi juru tagih rekening PDAM thn 1988