Kado Istimewa Sang Istri

⊆ 01:40 by admin | . | ˜ 1 comments »

Noermilawati tak pernah menduga jika malam 11 Nopember 2008 itu bakal menjadi malam istimewanya. Dengan dalih makan malam karena tengah merayakan ulang tahunnya yang ke-38, istri Saleh Mukadar itu diajak suaminya masuk dalam sebuah ruang karaoke keluarga. Tak dia duga di dalamnya telah berkumpul keluarga besar Saleh Mukadar dan kerabat dekatnya. Malam ulang tahunnya pun dipenuhi perasaan gembira dan haru. "Saya tahunya cuma mau diajak makan sama Mas Saleh karena saya ulang tahun, tapi saya tidak tahu kalau keluarga semua ikut berkumpul, termasuk bapak dan ibu," kata wanita berjilbab yang akrab dipanggil Mbak Tiuk itu.

Tak heran ia harus menahan linangan air mata saat sang suami memberinya kado istimewa. Sebuah foto ukuran 10R berisi foto Saleh saat muda berikut rangkaian kata-kata puitis berjudul 'Menunggang Usia'. "Tapi kebahagiaan terbaik bagi saya adalah kebahagian ketika saya bisa membuat orang tua, Mas Saleh, anak-anak, saudara, keponakan dan semua teman-teman ikut menikmati kebahagiaan tersebut," ungkapnya.

Wanita kelahiran Banyu Urip Kecamatan Sawahan Surabaya 11 Nopember 1970 itu bagi Saleh Mukadar adalah sosok wanita luar biasa. Wanita sederhana yang biasa saja namun ternyata memiliki hati yang luar biasa. Tak saja memberinya kebahagiaan luar dalam serta lima orang anak, tapi juga menjadi pendamping setia ketika dirinya tengah mengarungi masa-masa sulit dalam hidup mereka. "Saya tidak akan seperti ini jika hidup saya tidak didampingi oleh dia," kenang Saleh.

Kesetiaan dan pengabdian seorang Noermilawati kata Saleh nyaris tak lagi bisa didapatkan pada wanita-wanita jaman sekarang. Contoh sederhana ketika ada kegiatan di luar rumah, sang istri tak akan pergi jika tidak mendapat izin dari suaminya. Tapi karena kegiatan sosial sang istri semakin banyak, maka rutinitas minta izin itu kini cukup berganti dengan laporan. "Dulu kalau saya bilang tidak ya tetap aja tinggal di rumah, sekarang sudah agak maju. Kalau pergi cukup laporan dulu mau pergi kemana," papar Saleh sambil tersenyum.

Ada lagi kebiasaan rutin yang dilakukannya. Setiap pagi, sebelum suami berangkat kerja, Noermilawati akan bersimpuh di kakinya dan membantu Saleh mengenakan kaos kaki. Itu dia lakukan dengan senang dan ikhlas, sebagai bagian kecil dari bentuk pengabdian dan penghormatannya terhadap suami.

Pasangan yang menikah pada 15 Januari 1992 itu kini telah memiliki lima orang anak, yaitu Masyita Ramadita Mukadar (Ita), Hanifa Rahmania Mukadar (Ifa), Istiqomah Mukadar (Isti), Muhammad Fauzan Ismail Mukadar (Fauzan) dan Muhammad Zulfikri Syawaludin Mukadar (Fikri). Sayang saat itu, si sulung tak bisa hadir memberikan ucapan selamat ulang tahun kepada ibunya sebab tengah menempuh pendidikan setara SMU di Tangerang.

Malam itu, 11 Nopember 2008 adalah malam ulang tahun Noermilawati yang ke-38. Kado istimewa dan ucapan selamat sudah dia diterima dari sang suami tercinta, anak-anak, orangtua, saudara dan kerabat dekatnya. Tapi yang sebenarnya adalah Noermilawati lah yang menjadi kado istimewa bagi Saleh Mukadar, karena Normilawati telah dan senantiasa menjadi istri terbaik bagi Saleh Mukadar. Selamat! (sak)

One Response to “Kado Istimewa Sang Istri”

  1. Unknown Says:
    diberi kesempatan oleh Allah SWT untuk menjadi bagian dari keluarga dan menjadi salah satu orang terdekat dari seorang saleh mukadar saja sudah membuat saya bahagia..

    mungkin puisi yang dituangkan dengan judul "menunggang usia" pada malam itu, hanyalah salah satu dari begitu banyak pelajaran yang saya dapatkan darinya...

    Semoga ba saleh and keluarga senantiasa diberi kebahagiaan, dan diberkahi selalu segala kebahagiaan itu oleh Allah SWT.

= Ada Komentar?