SMS Tiga Sahabat

⊆ 13:51 by admin | . | ˜ 0 comments »

BAGI Saleh Mukadar, seorang sahabat tidak mengenal batasan status, usia, suku maupun agama. Sahabat adalah kepercayaan. Percaya satu sama lain dan senantiasa bisa membantu memberi dorongan dan semangat dalam menjalani kehidupan. Menjadi sahabat juga tidak selalu harus bertemu atau bertatap muka. Apalagi jika masing-masing memiliki kesibukan kerja yang padat. Maka pertemuan jadi sesuatu yang jarang terjadi. Tapi toh dengan niat tulus untuk berteman dan kepercayaan satu sama lain, persahabatan itu tetap bisa awet terjaga.

Setidaknya ada tiga orang teman yang dikenal Saleh namun jarang bertemu. Ada warga asal Inggris, ada teman Tionghoa berusia 70an tahun, dan ada seorang muslim yang taat. Meski ketiganya memiliki latar belakang yang berbeda, tapi ketiganya secara rutin memberi Saleh dorongan dan semangat. Dan itu dilakukan hanya melalui SMS!

Mr Paul Hammel adalah warga Inggris yang fasih berbahasa Indonesia. Keduanya hanya sempat dua kali bertemu saat Mr Paul melakukan presentasi sebuah tawaran investasi di Surabaya. Meski tawaran investasi itu kemudian tidak ada kelanjutannya toh keduanya masih saling berkomunikasi. Meski hanya via SMS.

Pengusaha Inggris yang sudah tidak diketahui dimana keberadaannya tersebut, setiap Hari Minggu pagi senantiasa mengirim SMS kepada Saleh. Satu diantaranya, seperti ini: "Ad 3 hal yg mghambat jiwa anda: knegatifan, kputus asaan n ketdk seimbangan. Mk jdlah psitif, sbr dan pduli dg org lain. Slmt hari minggu. Paul". "Saya tidak tahu sekarang Mr Paul ada dimana tapi karena kami sudah bilang 'menjadi teman', dia rutin memberikan support melalui SMS hari Minggunya," aku Saleh.

Lalu ada yang namanya Pak Irang. Pria tua berusia 70-an tahun itu juga sering mengirim SMS. Awalnya SMS lucu-lucu yang dia kirim, SMS itu hanya dibaca dan jarang dibalas. Pernah menurut Saleh, Pak Irang sekali mengirim SMS yang isinya kata-kata serius, justru SMS serius itu yang dia balas. Maka sejak itu, Pak Irang tak pernah lagi mengirimnya SMS lucu-lucu.

SMS serius yang dia kirim antara lain seperti ini: "met pagi sobat" sahabat pd hakkatnya adalah kekayaan yg sebenarnya, hilang satu, miskinlah sudah, bertambah satu, semakin beruntunglah. terima kasih untuk semua sahabat, anda adalah kekayaan saya yg sebenarnya. +irang+ . "Meski di Surabaya Pak Irang punya jadwal pekerjaan yang padat dan saya jarang bertemu. Tapi melalui SMS kami masih menjadi teman baik," kata Saleh yang mengaku puisi 'Menunggang Usia' yang dia buat dan dia persembahkan buat istrinya saat ulang tahun juga ide awalnya berasal dari SMS Pak Irang.

Terakhir ada Pak Jun. Pak Jun ini menurut Saleh adalah seorang muslim yang taat. Jika waktu sholat sudah tiba, maka semua aktivitasnya akan dibreak terlebih dahulu, mencari air wudhu dan menggelar sajadah. Keduanya juga sama-sama jarang bertemu. Toh Pak Jun tetap menjalin tali silaturahmi melalui SMS. "Kalau Pak Jun SMS-nya pasti mengutip ayat-ayat suci Alquran," ujar Saleh. (sak)

0 Responses to SMS Tiga Sahabat

= Ada Komentar?