Hibah Rp 4 Triliun Bukan untuk Jatim

⊆ 13:50 by admin | , . | ˜ 0 comments »

Harian Surya, 20 November 2008

Surabaya-Surya-Kabar bakal masuknya dana hibah Rp 4,07 triliun ke Jatim ternyata hanya isapan jempol. Sebab dana yang berasal dari Global Fund, sebuah lembaga pendanaan di Jenewa tersebut ternyata hanya sebagian saja yang diperuntukkan Jatim. “Dana 345 juta USD (Rp 4,07 triliun) itu untuk penanggulangan tiga penyakiat di semua wilayah Indonesia. Jadi bukan hanya untuk Jatim. Program akan berlangsung lima tahun, mulai 2009-2014,” ungkap dr Achmad Hudoyo, Ketua Tim Monitoring Country Coordinating Mechanism(CCM) Indonesia, Rabu (19/11).

Kabar tentang masuknya dana super-besar ke Jatim ini sebelumnya dilansir Komisi E (Bidang Kesra) DPRD Jatim. Kabar itu terbilang spektakuler. Maklum dana Rp 4,07 triliun itu sangat-sangat besar. Bandingkan dengan anggaran Dinkes Jatim pada APBD 2008 yang hanya Rp 94 miliar.

Bahkan hibah 4,07 itu hampir mendekati total APBD Jatim setahun yang nilainya Rp 5,6 triliun. Tapi rupanya komisi E telah salah persepsi. Mereka mengira dana asing tersebut semuanya milik Jatim dengan peruntukan membantu penanggulangan penyakit HIV/Aids dan Tubercolosis (TBC).

Tidak hanya itu, bahkan Komisi E juga mengira dana itu telah diterima dalam beberapa termin oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Jatim, selaku pelaksana program penanggulangan HIV/Aids dan Tubercolosis. Padahal dana itu sejatinya untuk wilayah se-Indonesia.

Anggota CCM Drs Naning Nugrahini SKM lalu menambahkan, dana 345 juta USD itu sifatnya baru berupa komitmen. Maksudnya Global Fun setuju memberikan bantuan sebesar itu untuk pemberantasan penyakit HIV/Aids, TBC, dan malaria di Indonesia selama lima tahun, 2009-2014.

Komitmen itu disampaikan Global Fun bersamaa dengan pengumuman atas disetujuinya proposal yang diajukan oleh negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. “Baru 7 November lalu, Global Fun mengumumkan, bahwa proposal untuk Indonesia disetujui,” jelas Naning Nugrahini.

Anggota CCM dari Ditjen PP dan PL Depkes ini memperkirakan, realisasi program baru berjalan Juni 2009 mendatang. Dayan kemudian mengungkapkan rincian besar pemakaian dana Rp 345 juta USD. Masing-masing 133,6 juta USD (RP 1,57 triliun) untuk penanggulangan HIV/Aids di 12 provinisi. Lalu 120 juta USD (1,41 triliun) untuk penanganan malaria di seluruh provinsi Kalimatan dan Sulawesi. Sisanya sekitar 91,4 juta USD (Rp 1,07 triliun) untuk penanggulangan TBC di semua provinsi di Indonesia.

Lalu berapa untuk Jatim? Dhayan Dirgantara mengaku belum tahu. Ia belum menghitung detil kuota untuk masing-masing provinsi. Pasalnya sekarang ini pihaknya masih konsentrasi pada tahapan grand negosiasi. Setelah itu dilanjutkan grand sign (penandatanganan) oleh Global Fund, baru dilanjutkan dengan tahapan implementasinya.

Namun yang pasti Jatim kebagian untuk dua jenis bantuan, yaitu penanggulangan penyakit HIV/Aids dan TBC. Sebelum rencana ini berjalan, Global Fund memang pernah menyalurkan dana penanggulangan HIV/Aids dan TB pada tahun 2005 dan 2005. Dana itu disalurkan melalui Ditjen PP dan PL Depkes. Nilainya sebesar Rp 6-8 miliar/tahun untuk penanggulangan HIV/Aids. Sedang untuk penanggulangan TBC sebesar Rp 8-9 miliar/tahun. (ian) Sumber: Harian Surya

0 Responses to Hibah Rp 4 Triliun Bukan untuk Jatim

= Ada Komentar?