Memimpin dengan Hati

⊆ 18:17 by admin | . | ˜ 1 comments »

Kepemimpinan sering diartikan dengan jabatan formal, yang justru menuntut adanya fasilitas dan pelayanan dari konstituen yang seharusnya dilayani. Meski banyak pemimpin / pejabat yang saat dilantik mengatakan ’jabatan adalah amanah’, namun faktanya sedikit sekali pemimpin yang sungguh-sungguh menerapkan kepemimpinan dari hati, yaitu kepemimpinan yang melayani.

Syarat menjadi pemimpin yang menerapkan kepemimpinan dengan hati, adalah:

1. Totalitas, sungguh-sungguh berpikir dan berbuat yang terbaik untuk yang dipimpinnya, bertanggungjawab atas kebijakan yang dibuat, tidak setengah hati dalam menjalankan amanat sebagai pemimpin

2. Loyal terhadap bawahan, tidak hanya menuntut agar bawahan loyal terhadap dirinya, namun sebagai pemimpin justru harus loyal terhadap yang dipimpinnya. Mampu memberi rasa aman dan nyaman pada mereka yang bekerja dibawah komandonya.

3. Mau membagi-bagi tugas, memberikan kepercayaan pada anak buah dan percaya bahwa anak buah bisa dan mampu melaksanakan tugas yang diberikan, namun tetap bertanggung jawab sebagai pemimpin

4. Menjadi tong sampah anak buah, tidak hanya menerima hal yang baik, tapi juga mau dan mampu menerima semua keluh kesah anak buah, menampung semua persoalan yang muncul dan bisa memberikan solusi secara tepat dan cepat.

Semoga bermanfaat!

One Response to “Memimpin dengan Hati”

  1. Harliantara Harley Prayudha Says:
    Saya setuju Abang yang satu ini adalah sosok pemimpin yang penuh dedikasi terhadap orang-orang yang dipimpinnya (termasuk saya yang pernah bekerja dan dekat dengan beliau ketika saya masih di Surabaya). Saya memang tidak masuk dalam jajaran struktural beliau, namun leadership yang dimilikinya membuat saya respect termasuk emphaty yang sempat beliau berikan kepada saya (memang sangat berkesan) beliau adalah orang yang piawai memotivasi orang lain untuk tetap survive dalam segala hal dalam hidup. Terima Kasih Bang..atas segala nasehatnya, akhirnya saya bisa kembali pada potensi diri sesungguhnya yang sempat tertunda diarena politik Surabaya. Jika Kelak saya kembali ke Surabaya saya akan meneruskan pembelajaran politik yang tertunda dan belum tuntas ha...ha..ha... sukses Bang !!!!.

    Drs. Harley Prayudha, M.Si.
    Unit Leader Of MRA Broadcast Media Division (Hardrock FM & I-Radio Bandung)

= Ada Komentar?