Mengapa Mendengar dan Melihat dengan Hati?
⊆ 18:54 by admin | OPINI . | ˜ 0 comments »
Dalam setiap diri manusia ada empat instrumen atau potensi dasar yang dimilikinya. Instrumen diri ini muncul secara bertahap seiring dengan semakin bertambahnya usia manusia. Namun pada titik tertentu akhirnya instrumen tersebut bisa muncul secara bersamaan. Instrumen diri tersebutlah yang membedakan seorang dengan yang lain.
Pertama, instrumen diri yang muncul saat manusia lahir, menjadi bayi dan sampai usia sekitar 7 tahun. Ini sering disebut dengan INSTING. Pada saat usia ini, manusia tidak bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, mana yang benar dan mana yang salah, dan seterusnya. Informasi yang ada direkam begitu saja dengan otak seluruhnya, tidak ada pemilahan-pemilahan atau distorsi. Lihat bayi yang baru lahir, dia tidak pernah diberi pelajaran bagaimana cara menetek ASI ibunya, namun sang bayi dengan instingnya bisa langsung melakukannya.
Kedua, instrumen diri yang muncul setelah manusia mencapai usia baliq hingga dewasa (sekitar 19-20 tahun) adalah AKAL. Pada tahapan ini otak telah berkembang. Mereka sudah mampu memilah dan memfilter. Membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Bisa membedakan sebuah perbuatan yang benar dengan perbuatan yang salah. Pada tahapan ini, akal menjadi alat yang dipakai manusia untuk bertindak.
Ketiga adalah instrumen FIKIR, instrumen ini dimiliki manusia pada tahapan usia 20 tahun ke atas. Tahapan yang mampu mengolah sebuah kejadian, tidak sekedar membedakan dan memilah, tapi juga menilai sebuah tindakan. Jika pada tahapan akal ukuran yang sering dipakai adalah pada angka-angka / kwantitatif, maka FIKIR berdasarkan ukuran nilai-nilai / kwalitatif.
Ketiga instrumen tersebut ternyata hanya mampu mengisi 20 persen potensi diri seorang manusia. Lalu sisanya yang 80 persen? Jawabnya adalah qolbu alias HATI. Jika INSTING, AKAL dan FIKIR tumbuh berkembangnya karena makanan sehari-hari yang masuk dalam diri manusia, maka HATI 'makanannya' adalah perbuatan dan perilaku kita terhadap sesama.
Inilah instrumen terakhir yang seharusnya dimiliki dan dikembangkan manusia secara terus-menerus. The Secret, Quantum Ikhlas, Manajemen Qolbu dan sejenisnya adalah bagian dari upaya manusia untuk mencapai kesempurnaan hatinya.
Sebab, jika instrumen HATI sudah aktif beroperasi maka seorang manusia akan mampu melihat dan mendengar jauh ke depan. Ia akan mampu mendengar yang tidak didengar orang lain. Ia akan mampu melihat yang tidak pernah dilihat oleh orang lain.
Mendengar dan melihat dengan HATI akan membuat seseorang mampu mendengar rintihan kesusahan sesama. Ia bisa melihat kesulitan-kesulitan yang dihadapi oleh orang-orang di sekitarnya. Tidak itu saja, ia juga akan secara ikhlas bertindak dengan hatinya untuk membantu kesulitan orang lain, menolong sesama, menghormati keberadaan orang lain, tidak membeda-bedakan, bersikap adil.
Maka marilah mendengar dan melihat dengan hati. Karena HATI itu murni dan suci, pemberian Yang Maha Kuasa, yang seharusnya menjadi alat bagi manusia dalam bertindak, bekerja dan berinteraksi. Semoga! (*)
0 Responses to Mengapa Mendengar dan Melihat dengan Hati?
= Ada Komentar?