Pionir Wushu Telah Berpulang
⊆ 14:23 by admin | OLAHRAGA . | ˜ 0 comments »
JAWA POS [ Rabu, 05 November 2008 ]
Surabaya - Pencinta olahraga Indonesia, khususnya wushu, kehilangan salah satu tokoh sekaligus pembinanya. Ini seiring meninggalnya KP Soenarjo Adikoesoemo Selasa pagi kemarin (4/11). Pendiri Akademi Wushu Indonesia (AWI) tersebut berpulang setelah dirawat di Rumah Sakit Mount Elizabeth Singapura.
Hingga tadi malam suasana kediaman Soenarjo di Jalan Sulawesi 59 masih tampak lengang. Hanya sederet rangkaian bunga duka cita yang terpampang di halaman rumah. Beberapa orang tampak berdiri di halaman rumah, dipayungi cuaca mendung di langit Surabaya. ''Seluruh keluarga, termasuk jenazah beliau, masih berada di luar negeri,'' ungkap salah seorang karyawannya tadi malam.
Dihubungi melalui telepon, Direktur AWI Heroe Poernomoehadi mengatakan, almarhum menjalani perawatan di RS Mount Elizabeth karena komplikasi sejak akhir September lalu. Saat dirawat, lanjut Heroe, kesehatan pria kelahiran Malang tersebut sempat berangsur-angsur membaik.
Bahkan, Soenarjo sempat pulang ke Surabaya beberapa waktu lalu. ''Beliau pulang selama satu minggu pada Oktober. Setelah itu, dia berobat lagi ke Singapura," kata Heroe yang kini menjabat Ketum Umum KONI Surabaya itu. Namun, akhirnya takdir berkata lain. Pria yang juga chairman Graha SA Surabaya tersebut meninggal dunia karena sakit komplikasi. Padahal, empat hari lagi Soenarjo genap berusia 60 tahun.
Semasa hidup, Soenarjo dikenal sebagai sosok yang sangat peduli terhadap dunia olahraga. Ini terlihat dari upaya dia menyemarakkan olahraga wushu dengan mendirikan AWI pada 2007. Bahkan, dia sempat berobsesi menjadikan wushu sebagai salah satu industri olahraga di tanah air.
Untuk itu, akademi tersebut dikelola secara serius dan profesional. Sebab, akademi itu sengaja diproyeksikan menghasilkan atlet-atlet wushu terbaik di tanah air. Atas hal itu pula, Soenarjo selalu berkomunikasi dengan Beijing Sport University, salah satu pusat pendidikan olahraga di Tiongkok. Bukan hanya itu. Soenarjo juga mendatangkan Twan Yong Ping, salah satu jawara wushu Tiongkok, sebagai pelatih di AWI.
Pria yang juga masuk dalam Dewan Penyantun KONI Surabaya tersebut berencana membangun gedung AWI sebagai salah satu pusat pelatihan wushu AWI. Bahkan, peletakan batu pertama gedung setinggi 10 lantai tersebut sudah dilakukan.
''Beliau adalah salah satu tokoh terbaik olahraga di Surabaya. Kami sangat kehilangan. Pak Soenarjo sangat peduli terhadap kemajuan dan pembinaan olahraga. Tidak hanya wushu, tetapi olahraga lain," ucap Heroe.
Rencananya seluruh keluarga dan jenazah Soenarjo tiba di Surabaya hari ini. Atas hal itu pula, Thomas More Suharto, direktur PT Inkor Bola Pacific, produsen Proteam, yang juga berada di rumah Soenarjo, belum bisa menjelaskan apa pun terkait kematian ketua umum Pengkot Wushu Indonesia (WI) Surabaya tersebut. ''Besok saja, karena kami harus koordinasi dengan keluarganya,'' ungkapnya.
Almarhum meninggalkan seorang istri, Ny Aifen Yuliana, serta empat anak. Mereka adalah Titin Suryani Adikoesoemo, Lusi Dewi Adikoesoema, Andrew Putera Adikoesoemo, dan Imelda Adikoesoemo. (uan/ko) Sumber : JAWAPOS
0 Responses to Pionir Wushu Telah Berpulang
= Ada Komentar?