Seandainya Boleh Memilih Penjajah

⊆ 14:36 by admin | , , . | ˜ 0 comments »

Kualitas suatu bangsa di mata dunia internasional lazim diukur dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) atau Human Development Index (HDI). Indikator IPM adalah derajat kesehatan, pendidikan, dan tingkat perekonomian masyarakat. Laporan HDI periode 2007/2008 menyebut posisi Indonesia berada pada peringkat 107 dari 177 negara, kalah dua peringkat dari Vietnam. Di posisi ini, kita masih dalam kategori medium. Malaysia, tetangga terdekat sudah lama nangkring di kategori High Quality Countries.

Sekarang ditarik ke masa lalu, di era penjajahan. Indonesia pernah dijajah banyak negara. Ada Belanda, Jepang, Perancis, Portugis dan Inggris. Belanda menjajah 350 tahun, lalu dijajah Jepang 3,5 tahun, dan kita juga pernah dijajah Inggris, Perancis dan juga Portugis. Kenapa dijajah? Sebab Indonesia merupakan negara yang kaya memiliki hasil rempah-rempah yang menyebabkan banyak negera Eropa menjajah Indonesia. Hingga kini pengaruh Belanda masih tersisa di negara ini. Juga negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, Australia. Penjajahan bukan hanya dilakukan dalam hal ekonomi saja, tapi juga menyangkut pemikiran dan budaya dari bangsa yang dijajah.

Mari bandingkan HDI dengan masa lalu penjajahan pada beberapa negara tetangga kita:
1. Singapura 0,916 (Bekas jajahan Inggris dan Jepang)
2. Brunei 0,871 (Bekas jajahan Inggris)
3. Malaysia 0,805 (Bekas jajahan Inggris)
4. Thailand 0,784 (-)
5. Filipina 0,780 (Bekas jajahan Spanyol dan USA)
6. Indonesia 0,711 (Bekas jajahan Belanda dan Jepang)
7. Vietnam 0,709 (Bekas jajahan Prancis)

Apa hubungannya? Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur H Saleh Ismail Mukadar SH pernah menerima delegasi International Labour Organisation (ILO) yang diantar Muhamad Nour, Project Coordinator-Labour Migration ILO Surabaya Office. Yang hadir wakil direktur ILO wilayah Asia berasal dari Belanda, juga ada yang berasal dari Thailand, Jepang dan Swedia. "Saya bilang ke mereka, kalau boleh memilih saya akan memilih Indonesia lebih baik dijajah Inggris daripada Belanda. Saya bilang negara-negara bekas jajahan Inggris kondisinya jauh lebih maju dibandingkan negara bekas jajahan Belanda. Muka wakil ILO dari Belanda langsung memerah, sedangkan yang lain langsung tertawa. Kondisi sosial ekonomi Indonesia yang terpuruk tak lepas dari pengaruh Belanda sebagai penjajah. Meninggalkan warisan budaya dan sosial yang menjadikan Indonesia sebagai bangsa 'pekerja'," papar Saleh.

Setelah kejadian pertemuan dengan delegasi ILO tersebut, Saleh sempat berkunjung ke Malaysia. Faktanya memang kondisi masyarakat dan ekonomi Malaysia lebih maju. Tapi ada satu hal yang menggelitik perasaannya. Malaysia yang pernah dijajah Inggris menurutnya secara tidak disadari mengalami kasta masyarakat. Pada level kenegaraan, memang mereka menggunakan Bahasa Melayu sebagai bahasa pengantar. Sebab sudah mereka tetapkan Bahasa Melayu sebagai bahasa nasional. Namun praktek di lapangan ternyata bahasa Melayu hanya menjadi bahasa warga kelas dua. Bahasa masyrakat pinggiran, yang digunakan di pasar-pasar tradisional. Sementara komunitas menengah atas cenderung menggunakan bahasa Inggris sebagai pengantar.

"Mereka malu berbahasa Melayu karena dianggap bahasa kelas rendahan. Mereka merasa lebih punya gengsi jika dialog memakai bahasa Inggris. Ini juga efek dari penjajahan. Nasionalisme kita jauh lebih tinggi dibandingkan mereka. ni yang membuat saya bangga sebagai bangsa Indonesia. Bangsa yang disebut bagsa pekerja tetap bangsa yang memiliki nasionalisme tinggi dan tak tergoyahkan. Kesimpulan saya, ternyata dijajah oleh siapa saja ternyata sama saja. Jadi kalau boleh memilih maka kita akan memilih tidak mau dijajah," tandasnya. (sak)

0 Responses to Seandainya Boleh Memilih Penjajah

= Ada Komentar?