Mencapai Kebenaran Tertinggi (1)

⊆ 15:46 by admin | . | ˜ 0 comments »

"Akan Kami tunjukan bukti-bukti kebenaran Kami di seluruh penjuru dunia, dan di dalam dirimu sehinga kau akui bahwa Alquran adalah kebenaran".
Kalimat diatas adalah sebuah statemen dari Alllah yang memiliki banyak makna. Satu diantaranya adalah makna bahwa kalau kita mau maka kita akan dapat menemukan bukti-bukti kebenaran dimana saja, tidak harus sebagaimana yang tertulis maupun tersirat di dalam Alquran. Atau dengan kata lain, diri kita dan juga semua yang kita dapati di dunia ini adalah juga ada di dalam Alquran, yang dapat kita baca kapanpun kita mau melakukannya.

Untuk memudahkan kita memahami lebih mendalam maksud dari statemen Alllah tersebut, marilah kita telusuri dari dasar sebuah piramida (lihat gambar), dimana pada sisi piramida sebelah kanan adalah cara menusia mencapai kebenaran dengan menggunakan science atau ilmu pengetahuan, bukan kitab2 suci termasuk Alquran. Dan pada sisi piramida yang kiri adalah cara kita mencapai kebenaran dengan menggunakan kitab suci atau Alquran.

Kita tidak akan memperdebatkan tentang efektifitas kedua cara atau jalan tersebut. Tetapi yang pasti ketika pencapaian kebenaran menuju puncak piramida maka etape atau wilayah pertama yang akan dilalui adalah wilayah SYAREAT dimana mayoritas manusia berada di dalam wilayah ini. Pada wilayah ini goal atau tujuan seseorang dalam aktvitas dan kehidupan keagamaannya hanya sekedar melaksanakan kewajiban semata.

Misal menjadi seorang guru maka yang penting dia mengajar. Dia tidak akan pernah peduli apakah muridnya menjadi pintar atau menjadi bodoh, menjadi bermoral atau tidak bermoral. Karena goal tertinggi guru tersebut hanyalah sekedar melaksanakan kewajibannya semata. Mereka yang sekedar melaksanakan kewajiban agamanya karena menginginkan surga atau takut dengan ancaman neraka juga berdiam di wilayah ini.

Fase atau wilayah berikutnya setelah wilayah SYAREAT adalah wilayah HAKEKAT. Fase dimana seseorang melakukan aktifitas kegiatan dengan goal atau tujuan tidak sekedar melaksanakan kewajiban tetapi lebih dari itu, yaitu untuk memenuhi tanggung jawab terhadap apa yang dikerjakannya. Misal kalau dia menjadi guru maka dia akan tuntas dalam bekerja. Pengorbanan waktu dan tenaga yang dipunyainya akan diberikan hanya agar muridnya menjadi pandai dan bermoral. Mereka yang melaksanakan kewajiban agamanya pada wilayah ini tidak lagi karena sekedar menginginkan surga atau takut dengan neraka, tetapi lebih dari itu karena memenuhi perintah Allah.

Pada wilayah ini, bekerja adalah juga sebuah kebutuhan. Bahkan bekerja adalah juga ibadah kepada Allah yang tidak perlu dihitung untung ruginya. Hadiah surga dan menghindari ancaman neraka tidak dimaknai oleh mereka di wilayah ini sebagai tujuan akhir. Karena hidup adalah tanggung jawab dan kita hidup justru untuk merampungkan tanggung jawab yang menjadi beban kita sebagai manusia yang menjadi khalifah di bumi. (bersambung)

0 Responses to Mencapai Kebenaran Tertinggi (1)

= Ada Komentar?