Anak Sakit, Agenda Tertunda
⊆ 00:21 by admin | KABAR POGOT . | ˜ 1 comments »
Surabaya - Pulang larut malam, kerap menjelang pagi. Atau bahkan meninggalkan keluarga adalah hal rutin yang dilakukan H Saleh Ismail Mukadar SH. Istri dan kelima anak Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya itu sudah paham betul dengan kegiatan padat abahnya. Toh sesibuk apapun, tetap saja keluarga menjadi prioritas bagi Saleh. Jumat (28/11) malam itu, anak sulungnya Masyita Ramadhita memberi kabar sakit. Masuk rumah sakit dan harus menjalani operasi. Saleh pun segera meninggalkan semua aktifitasnya. Langsung pulang sebentar dan mengajak istrinya malam itu juga terbang ke Jakarta.
Ita, anak sulungnya memang berada di Jakarta. Tepatnya menjalani sekolah mondok setaraf SMU di daerah Lippo Cikarang sejak April 2008 lalu. ia sudah lima hari terakhir mengeluhkan sakit pada perutnya bagian kanan. Keluarga tenang-tenang saja, karena medical recordnya selama ini baik-baik saja. Tapi Jumat malam itu, sang dokter memvonis Ita kena usus buntu dan harus menjakani operasi sesegera mungkin.
Padahal Jumat malam itu, Saleh selaku Penasehat DPC Baitul Muslimin Indonenesia (Bamusi) Kota Surabaya sudah dijadwalkan hadir pada acara pelantikan pengurus Bamusi Kecamatan Kenjeran. Hari Sabtunya sederet jadwal juga sudah menantinya. Antara lain membuka Turnamen Futsal G23, mengikuti Rakorda DPD PDI Perjuangan Jatim, dan janji untuk menemui Freddy Mulli, pelatih Persebaya. Semuanya itu akhirnya tak bisa dia ikuti karena menunggu anak menjalani operasi. Itu menjadi prioritasnya sebagai seorang ayah. "Kami kecewa tapi kami maklum, Pak Saleh harus ke Jakarta. Mau bagaimana lagi, kami berdoa semoga putrinya cepat sembuh," kata Syarief Tualeka Ketua PAC PDI Perjuangan Kec Kenjeran yang jadi panitia pelantikan pengurus Bamusi tersebut.
Bersama istrinya, Saleh tidak tahu akan menunggui anaknya sampai berapa hari, tapi yang jelas pada Sabtu (29/11) pukul 12.00, Saleh sudah mengirim kabar melalui SMS kepada sejumlah kerabatnya. "Alhamdulillah operasi berjalan bagus, usus yang infeksi sudah diambil dan ita sudah sadar, terima kasih semuanya." (sak)
December 2, 2008 at 12:27 PM Keluarga yang harmonis, sakinah mawaddah dan warrohmah memang harus di perjuangkan.Sekali lagi story dari P.Saleh ini membuktikan kepada saya pribadi khususnya, bahwa orang-orang besar dan sukses yang saya kenal selalu mempunyai keluarga yang harmonis.
Roy M Rofiq