Minggu Bukan Hari Libur
⊆ 03:43 by admin | KABAR POGOT . | ˜ 3 comments »
TANGGAL 2 November 2008 adalah hari Minggu. Pada semua penanggalan, tanggal tersebut berwarna merah. Artinya jelas, hari Minggu adalah hari libur. Bagi sebagian besar orang, hari Minggu benar-benar dimanfaatkan untuk aktifitas pribadi dan juga keluarga. Sama sekali tak melakukan pekerjaan kantor atau melanjutkan tugas yang tertunda. Terkadang, handphone untuk pekerjaan juga dimatikan dan hanya mengaktifkan handphone pribadi. Tapi ada juga sebagian kecil orang yang hari Minggu justru disibukkan dengan segudang aktifitas. Termasuk Saleh Mukadar.
Jadwal aktifitas pada Minggu (02/11) lalu membuat Saleh sudah keluar rumah sejak pagi. Pulangnya? Saat malam nyaris mendekati pukul 00.00 tiba. Hari Minggu dimulai jam 09.00 saat meluncur ke kampus Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) di Jl Semolowaru. Ada undangan Seminar Kebangsaan yang diselenggarakan rekan-rekan mahasiswa Fisip Untag. Kebagian sesi kedua sebagai pembicara setelah tamu dari Depdagri, Saleh tidak bisa menuntaskan kehadiran sampai acara selesai. Pukul 11.00 sudah ditunggu di lapangan Persebaya guna menutup turnamen sepakbola Piala Bapora. Sayang karena ada sesi tanya jawab, acara di Untag baru bisa dilalui setelah lewat jam 10.00. Lewat telepon, Saleh mengirim pesan mohon maaf dan mengabarkan tidak bisa hadir di lapangan Persebaya karena acara di Untag belum tuntas.
Sorenya pukul 15.00 giliran melaju ke Surabaya barat. Sebagai Ketua Umum Persebaya, Saleh diundang membuka turnamen sepakbola Wiyung Cup di lapangan Karangan pukul 15.30. Sore menjelang mahgrib acara di Wiyung selesai dan pulang ke rumah dulu. Menjelang pukul 19.00, giliran mengantar istri mengikuti rapat keluarga di kawasan Darmo. Istri ditinggal untuk rapat dan Saleh melaju ke Masjid Husnul Khotimah di Jl Tembok Dukuh.
Berbaur dengan ratusan jamaah yang mengikuti acara Tabligh Akbar / Dizkir yang diselenggarakan Pemkot Surabaya bekerja sama dengan Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) Kota Surabaya. Sebagai Penasehat Bamusi Surabaya, Saleh ikut naik mimbar memberikan kata sambutan. Acara Tabligh Akbar yang dihadiri Prof dr KH said Agil Siraj MA itu baru selesai pukul 22.30.
Ahh...akhirnya bisa istirahat? Belum! Malam itu juga Saleh meluncur ke gedung DPRD Jawa Timur di Jalan Indrapura No 1 Surabaya. Di ruang Komisi E (bag Kesra), sebagai Ketua Komisi E, dia sudah ditunggu sejumlah anggota dewan lainnya. Mereka rapat sebentar guna menyiapkan naskah Komisi E untuk dibacakan dalam rapat paripurna yang membahas RAPBD Jawa Timur Tahun 2009 pada hari Senin-nya. Baru 30 menit kemudian, agenda rapat di Komisi E bisa dituntaskan, saatnya pulang ke rumah. Home Sweet Home!
November 6, 2008 at 12:06 AM “mimpi adalah kunci untuk kita menaklukkan dunia,,berlarilah tanpa lelah sampai engkau meraihnya”
Kutipan lirik laskar pelangi di atas layaknya tepat untuk menggantikan sosok Saleh Mukadar,yang selalu siap membayar berapapun harganya demi secerca mimpi yang layak untuk diperjuangkan. Tak pernah berhitung dengan waktu dan uang asal hati senang maka selalu dilakukan.
Keep faith Pak Saleh,,SEMANGAT!!!!
November 9, 2008 at 12:20 AM Terus berjuang, terus membangun kesadaran nurani
November 10, 2008 at 6:47 PM hidup adalah rangkaian pengabdian
dan tanggung jawab marilah bersama
kita isi hidup dgn semangat pengabdian yg terus membara